Makalah Tentang Hari Raya Idul Fitri

MAKALAH TENTANG HARI RAYA IDUL FITRI
ILMU BUDAYA DASAR
 logo ug
Disusun oleh:
ANGGY AGUSTIAN PRAHARSIWI
50415806
1IA06
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan YME karena berkat limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga saya dapat menyusun makalah ini tepat waktu. Makalah ini berjudul “HARI RAYA IDUL FITRI”.
Dalam penyusunan makalah ini, saya banyak mendapat tantangan dan hambatan, akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak tantangan itu bisa teratasi. Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini, semoga bantuannya mendapat balasan yang setimpal dari Tuhan YME.
Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari penulisan, bentuk penyusunan penulisan maupun pemilihan materinya. Kritik dan saran sangat saya harapkan untuk penyempurnaan makalah ini.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita sekalian.
DAFTAR ISI
Kata pengantar
Daftar isi
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang masalah
BAB II PEMBAHASAN
1. Pengertian idul fitri
2. Dampak hari raya idul fitri dan penyebabnya
2.1 Tinjauan sosial budaya
2.2 Tinjauan ekonomi
2.3 Tinjauan sarana transfortasi
3. Solusi dari dampak yang terjadi pada hari raya
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang masalah
Lebaran atau hari raya Idul Fitri merupakan hari besar yang dinanti-nantikan oleh umat Islam di dunia, karena dihari itu adalah hari kemenangan bagi umat Islam setelah sebulan berpuasa di bulan Ramadhan.
Di hari lebaran masyarakat muslim di Indonesia biasanya melakukan mudik, yaitu orang yang bekerja di luar kota, dan akibat mudik tersebut jalan-jalan di Indonesia macet total. Liburan lebaran juga sering dijadikan moment untuk berkumpul dengan keluarga, saudara-saudara, bahkan kerabat jauh. Di hari-hari biasa, biasanya setiap orang sibuk dengan aktvitasnya masing-masing, sehingga jarang berkumpul dengan keluarga atau kerabat, jadi lebaran merupakan hari yang spesial sekali. Di hari lebaran biasanya bahan-bahan makanan dan sembako harganya melonjak naik, tetapi karena sudah menjadi kebiasaan masyarakat tak menghiraukannya lagi, bahkan membelinya lebih banyak dari biasanya.
Melihat kedaan ini, lebaran memang merupakan hari yang spesial sekali, karena dapat mempengaruhi tatanan hidup masyarakat, khusunya masyarakat Indonesia dari segi agama, segi sosial, dan budaya, serta segi ekonomi, maka dari itu saya tertarik ingin mengetahui lebih jauh tentang lebaran di tinjau dari ketiga segi. Dalam aspek kehidupan masyarakat Indonesia dan apa dampak terhadap lingkungan kehidupan kita semua, dan akan saya dokumentasikan dalam bentuk makalah ini.
BAB II
PEMBAHASAN
1. PENGERTIAN IDUL FITRI
Idul Fitri (Bahasa Arab: عيد الفطر ‘Īdu l-Fiṭr) adalah hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal pada penanggalan Hijriyah. Karena penentuan 1 Syawal yang berdasarkan peredaran bulan tersebut, maka Idul Fitri atau Hari Raya Puasa jatuh pada tanggal yang berbeda-beda setiap tahunnya apabila dilihat dari penanggalan Masehi. Cara menentukan 1 Syawal juga bervariasi, sehingga boleh jadi ada sebagian umat Islam yang merayakannya pada tanggal Masehi yang berbeda. Pada tanggal 1 Syawal, umat Islam berkumpul pada pagi hari dan menyelenggarakan Salat Ied bersama-sama di masjid-masjid, di tanah lapang, atau bahkan jalan raya (terutama di kota besar) apabila area ibadahnya tidak cukup menampung jamaah. Dan sebelum salat ied di lakukan imam mengingatkan siapa yang belum membayar zakat fitrah, sebab kalau selesai salat ied baru membayar zakatnya hukum nya sodakoh biasa bukan zakat.
Ditinjau dari segi agama jelas lebaran merupakan hari besar agama Islam, setiap muslim di dunia sangat menantikan datangnya hari lebaran. Lebaran merupakan hari kemenangan setiap muslim yang telah melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan (kalender Hijriah). Di hari lebaran setiap muslim
Lebaran merupakan hari yang spesial dimana setiap muslim kembali ke fitrahnya, seolah-olah seperti bayi yang baru lahir ke dunia, dan pada malam lebaran setiap muslim wajib membayar zakat paling lambat sebelum shalat Idul Fitri selesai. Zakat berfungsi untuk menyucikan harta dan hati kita, lalu zakat yang diberikan kepada orang-orang yang tidak mampu atau fakir miskin.
Hari lebaran memang hari yang sangat spesial karena di hari itu. Kita dapat menyambung tali silaturahmi yang mungkin ada yang sudah terputus sekian bulan lamanya. Di dalam Al-Qur’an juga kita diperintahkan supaya kita harus tetap mempererat tali silaturahmi dengan sesama muslim
Lebaran dan agama sangatlah erat kaitannya, bahkan tidak bisa dipisah-pisahkan satu sama lainnya Setiap muslim memang wajib mengerjakan ibadah puasa di bulan Ramadhan karena hal itu sangat berguna bagi kita semua.
2. DAMPAK HARI RAYA IDUL FITRI DAN PENYEBABNYA
2.1 TINJAUAN SOSIAL BUDAYA
Di Indonesia lebaran sudah menjadi kebiasaan dan sudah menjadi adat istiadat., dimana setiap muslim biasanya merayakan dengan sangat antusias, di hari lebaran banyak hal-hal yang jarang di lihat di hari-hari biasa. Biasanya seminggu sebelum lebaran ruas-ruas jalan di seluruh Indonesia terjebak macet karena dalam lebaran kita akan mengenal budaya mudik atau pulang kampung yang biasanya mudik orang-orang yang bekerja di luar kota.
Di hari lebaran kita juga akan melihat beberapa makanan-makanan khas lebaran misalnya; ketupat, lontong sayur, opor ayam, dll. Bakhan setiap daerah memiliki makanan-makanan khas daerahnya sendiri. Dari segi sosial lebaran merupakan hari nyang menyatukan setiap orang berbagai kelas sosial, biasanya merka tidak mengenal siapa mereka, mereka tetap saling memaafkan satu sama lainnya, sehingga lingkungan menjadi rukun, aman, dan damai. Tapi ada juga yang kadang yang tak memanfaatkan moment lebaran ini dengan sebaik-baiknya, bisanya mereka mengandalkan imej dan ego mereka sendiri. Sehingga tetap tidak rukun yang sesanya bahkan keluarga mereka sendiri.
Di bulan Ramadhan dan di hari lebaran bisanya anak-anak suka bermain petasan dan kembang api, di pasar-pasar / warung banyak sekali orang berjualan petasan dan kembang api. Padahal petasan di larang oleh pemerintah karena dapat membahayakan keselamatan tapi mungkin karena sudah tradisi, tetap saja banyak orang yang menjual petasan sembunyi-sembunyi, bahkan ada.
Selain itu juga biasanya stasiun-stasiun televisi selalu menayangkan acara-acara yang berhubungan dengan bulan Ramadhan dan lebaran. Hal ini sangatlah baik supaya lebaran tetap pada hakikatnya yaitu hari kemenangan bagi muslim di Indonesia, bahkan di seluruh Indonesia. Satu hal lagi yang sudah menjadi budaya di hari lebaran yaitu yang berziarah ke kuburan keluarga kita, banyak sekali masyarakat yang datang untuk mendo’akan arwah-arwah kaluarganya, bahkan sekarang di Jakarta khusunya banyak sekali jasa-jasa yang mau mendo’akan atau memimpin do’a, biasanya orang-orang itu dari luar kota yang mengais rejeki yang mendo’akan orang yang meninggal.
2.2 TINJAUAN EKONOMI
Bisanya di bulan Ramadhan sampai lebaran harga-harga bahan pokok melonjak naik, harga BBM bisanya juga naik, minyak tanah, LPG, dan sebagainya ikut naik. Tapi masyarakat tetap membeli yang harus mereka beli, walaupun harga-harga sangat mahal. Hal ini jelas sekali sangatlah penting dalam lebaran, walaupun hal itu tidak diwajibkan. Dalam segi ekonomi kita membahas hanya seperti ini, karena semuanya sudah kita bahas dalam segi sebelumnya yaitu segi sosial budaya. Telah kita ketahui benar bahwa lebaran dalam sosial budaya dan segi ekonomi saling berkaitan satu sama lainnya. Sehingga tidak perlu di jelaskan lagi.
2.3 TINJAUAN SARANA TRANSPORTASI
Pada hari raya idul fitri tidak asing lagi kita akan melihat jalan-jalan akan macet yang di penuhi kendaraan-kendaraan yang ingin mudik ke kampung halaman. Tidak hanya di jalan raya saja yang terjadi penumpukan penumpang, tetapi kita juga akan melihat kejadian tersebut di stasiun, pelabuhan, terminal dan bandara. Orang orang yang ingin mendapatkan tiket rela antri sampai beberapa hari, bahkan tidak jarang mereka sampai bermalam ditempat penjualan tiket, hanya untuk mendapatkan tiket dan untuk bertemu sanak saudaranya dikampung halaman. Hal ini memang sudah menjadi tradisi setiap akan menjelang hari Raya Idul Fitri.
kesimpulan dari paparan diatas yaitu, pada hari raya idul fitri yang sering terjadi adalah
– Melonjaknya harga-harga barang di pasaran (sembako) seperti harga daging sapi, cabe, sayur-sayuran dan lain-lain. Yang mengakibatkan harga-harga tersebut naik karena tingginya permintaan konsumen terhadap barang tersebut, namun persediaan terhadap barang tersebut kurang, sehingga terjadinya kenaikan harga barang tersebut.
– Jalur transportasi yang sangat ramai dikarenakan para masyarakat yang ingin pulang ke kampung halamannya yang sekian lama merantau di kota lain demi mencari pekerjaan. Hal ini menyebabkan kemacetan di jalan-jalan, terutama di jalan yang dilalui jalur-jalur mudik. Tidak hanya di jalan darat saja, namun terjadi lonjakan penumpang yang mudik di pelabuhan-pelabuhan yang menggunakan jasa kapal, selain itu juga di bandara-bandara yang menggunakan jasa pesawat terbang.
– Maraknya penjualan mercon, kembang api dan sebagainya yang dapat mengakibatkan hal yang negatif. Banyak pedagang-pedagang yang berjualan secara diam-diam, karena hal itu dilarang polisi, namun mereka tetap saja berjualan untuk mendapatkan keuntungannya. Dampak dari penjualan mercon, kembang api dan sebagainya itu banyak anak-anak kecil terkena letupan dari barang tersebut, tak jarang menyebabkan anak kecil tersebut akan cacat.
3. SOLUSI DARI DAMPAK YANG TERJADI PADA HARI RAYA
Solusi dari semua masalah diatas akan dipaparkan dibawah ini :
 Kenaikan harga barang pada waktu menjelang lebaran sudahlah menjadi musiman setiap tahunnya, mulai dari harga barang kebutuhan pokok, peralatan rumah tangga hingga barang elektronik. Masyarakat pada umumnya sudah tahu dan bisa menduga hal itu sehingga untuk mengantisipasinya dilakukanlah pembelian barang jauh sebelum lebaran khususnya barang kebutuhan pokok yang tahan lama seperti beras, gula, minyak goreng, tepung dan barang lainnya yang digunakan untuk membuat makanan atau kue untuk dimakan pada saat lebaran.
 Kegiatan mudik di Hari Raya Idul Fitri merupakan sebuah tradisi tahunan yang selalu dinanti oleh sebagian besar masyarakat Indonesia yang berada di rantau. Mereka biasa memanfaatkan momen ini sebagai salah satu cara mengobati kerinduan akan sanak keluarga dan juga suasana kampung halaman.tentu hal ini menyebabkan kemacetan yang sangat luar biasa, bahkan karena kemacetan ini sering menyebabkan meningkatnya kecelakaan lalu lintas. Untuk mengurangi kemacetan ini pihak polisi, terutama bagian lalu lintas harus berupaya untuk meminimalisirkannya, baik dengan cara, yaitu :
1. Mempersipkan jalur alternatif yang bagus dan mendukung, jika terjadi kemacetan yang sangat parah.
2. Mempersiapkan dan memperbaiki jalan-jalan yang rusak, terutama jalu-jalur yang dilewati pemudik.
3. Turun langsung ke jalan raya untuk mengatur jalur lalu lintas, agar para pemudik bersikap taat pada peraturan lalu lintas. Hal ini juga bisa berfungsi mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas, yang sering terjadi akibat pemudik yang mengendarai kendaraannya tidak taat lalu lintas.
4. ”Pemerintah sebagai penyelenggara negara, diharap menciptakan kebijakan yang mampu berpihak kepada kenyamanan dan pengurangan kendaraan yang ada. Bila berani, kurangi produksi kendaraan, baik roda dua, empat maupun lebih dari sektor produksi. Atau, pemerintah diharapkan berani mengambil langkah untuk mengurangi volume kendaraan yang berlalu lalang pada hari raya”
• “Pengawasan terus dilakukan untuk melihat peredaran petasan di Tanah Abang,” ujar Idris Minggu 23 Agustus, seperti yang dikutip dari situs milik pemerintah.
Dari kutipan diatas kita bisa simpulkan, untuk mengurangi tingkat transaksi jual beli mercon, petasan atau kembang api dapat dilakukan dengan cara :
1. Mengadakan razia menjelang hari raya idul fitri, baik di jalan-jalan raya yang sering memperdagangkan mercon, petasan dan kembang api, serta melakukan razia dipabrik-pabrik yang memproduksi mercon, petasan dan kembang api dalam skala besar.
2. Menghimbau semua orang, terutama anak-anak kecil agar tidak bermain mercon, petasan dan kembang api, serta memberi penjelasan apa bahaya dan dampaknya jika terkena ledakannya.
3. Memberikan sanksi yang tegas bagi yang memperjual belikan mercon, petasan dan kembang api, agar para penjual merasa takut.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesimpulan dari makalah ini adalah Lebaran atau hari raya Idul Fitri merupakan hari besar yang dinanti-nantikan oleh umat Islam di dunia, karena dihari itu adalah hari kemenangan bagi umat Islam setelah sebulan berpuasa di bulan Ramadhan. Liburan lebaran juga sering dijadikan moment untuk berkumpul dengan keluarga, saudara-saudara, bahkan kerabat jauh. Di hari-hari biasa, biasanya setiap orang sibuk dengan aktvitasnya masing-masing, sehingga jarang berkumpul dengan keluarga atau kerabat, jadi lebaran merupakan hari yang spesial sekali. Di hari lebaran biasanya bahan-bahan makanan dan sembako harganya melonjak naik, tetapi karena sudah menjadi kebiasaan masyarakat tak menghiraukannya lagi, bahkan membelinya lebih banyak dari biasanya.
DAFTAR PUSTAKA
http://nesaci.com/contoh-kata-pengantar-makalah/ diunduh jum’at, 30 desember 2011
http://id.wikipedia.org/wiki/Idul_Fitri diunduh sabtu, 31 desember 2011
http://www.google.co.id/#sclient=psy-ab&hl=id&source=hp&q=solusi mengurangi penjualan mercon dan kembang api diunduh minggu, 1 januari 2012
Advertisements

Manusia dan Harapan

ibd11

Manusia dan Harapan

A. Pengertian Harapan

Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi, sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjedi. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan. Untuk mewujudkan harapan harus disertai dengan usaha yang sesuai dengan apa yang diharapkan.

B. Apa sebabnya manusia mempunyai harapan?

  1. Dorongan kodrat

Kodrat adalah sifat, keadaan, atau pembawaan alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Dorongan kodrat menyebabkan manusia mempunyai keinginan atau harapan.

  1. Dorongan kebutuhan hidup

Dengan adanya dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup maka manusia mempunyai harapan.

Menurut Abraham Maslow sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan manusia adalah :

  1. Kelangsungan hidup (survival)
  2. Keamanan (savety)
  3. Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai ( be loving and love)
  4. Diakui lingkungan (status)
  5. Perwujudan cita-cita (self actualization)

C. Kepercayaan

Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran.

Dr.Yuyun Suriasumantri dalam bukunya Filsafat Ilmu, sebuah pengantar popular ada 3 teori kebenaran, yaitu :

  1. Teori koherensi atau konsistensi

Yaitu suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koherensi atau konsisten dengan pernyataan sebelumnya yang dianggap benar.

  1. Teori korespondensi

Suatu teori yan menjalankan bahwa suatu pernyataan benar bila materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berkoresponden (berhubungan) dengan obyek yang dituju oleh pernyataan tersebut.

  1. Teori pragmatis

Kebenaran suatu pernyataan diukur dengan kriteri apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis.

D. Berbagai Kepercayaan dan Usaha Meningkatkannya

Kepercayaan dapat dibedakan atas :

  1. Kepercayaan pada diri sendiri

Percaya pada diri sendiri menganggap dirinya tidak salah, dirinya menang, dirinya mampu mengerjakan yang diserahkan atau dipercayakan kepadanya.

  1. Kepercayaan kepada orang lain

Kepercayaan terhadap orang lain adalah percaya terhadap kata hatinya, perbuatan yang sesuai dengan kata hati atau terhadap kebenarannya.

  1. Kepercayaan kepada pemerintah

Teori atau pandangan teokratis ataupun demokratis Negara atau pemerintah itu benar. Sehingga manusia sebagai warga Negara percaya kepada Negara/pemerintah.

  1. Kepercayaan kepan Tuhan

Kepercayaan atau pengakuan akan adanya zat yang maha tinggi yang menciptakan alam semesta seisinya merupakan konsekoensi tiap manusia beragama dalam melakukan pemujaan kepada zat tersebut.

Berbagai usaha dilakukan manusia untuk meningkatkan rasa percaya kepda Tuhannya. Usaha tersebut bergantung kepada pribadi, kondisi, situasi, dan lingkungan. Usasa tersebut antara lain:

  1. Meningkatkan ketaqwaan dengan meningkatkan ibadah.
  2. Meningkatkan pengabdian kepada masyarakat.
  3. Meningkatkan kecintaan kepada sesama manusia dengan sifat sua menolong, dermawan, dan sebagainya.
  4. Mengurangi nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan.
  5. Menekankan perasaan negatif.

 

Manusia dan Kegelisahan

ibd10

Manusia dan Kegelisahan

A. Pengertian Kegelisahan

Kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa kawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan.

Sigmund Freud ahli psikoanalisa berpendapat bahwa ada 3 macam kecemasan yang menimpa manusia, yaitu :

  1. Kecemasan Obyektif

Kecemasan tentang kenyataan adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan atau suatu bahaya dalam dunia luar. Bahaya adalah sikap keadaan dalam lingkungan seseorang yang mengancam untuk mencelakakannya. Pengalaman bahaya dan timbulnya kecemasan mungkin dari sifat pembawaan, dalam arti kata bahwa seseorang mewarisi kecenderungan untuk menjadi takut jika ia berada dengan benda-benda atau keadaan tertentu.

  1. Kecemasan Neorotis (syaraf)

Menurut Sigmund Freud kecemasan ini dibagi menjadi 3, yaitu :

a.Kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan.

b. Bentuk ketakutan yang tegang dan irrasional (phobia).

c. Rasa takut lain ialah rasa gugup, gagap, dan sebagainya.

  1. Kecemasan Moril

Kecemasan moril disebabkan karena pribai seseorang. Tiap pribadi memiliki bermacam-macam emosi antara lain iri, benci, dendam, dengki, marah, gelisah, rasa kurang. Sifat-sifat tersebut adalah sifat yang tidak terpuji yang mengakibatkan manusia akan merasa khawatir, tajut, cemas, gelisah, putus asa.

B. Sebab-sebab Orang Gelisah

Sebab-sebab orang gelisah adalah karena pada hakekatnya orang takut kehilangan hak-haknya. Hal itu adalah akibat dari suatu ancaman, baik ancaman dari luar maupun dari dalam.

C. Usaha-usaha Mengatasi Kegelisan

Mengatasi kegelisahan harus dimulai dari diri kita sendiri, yaitu kita harus bersikap tenang. Dengan sikap tenang kita dapat berpikir tenang, sehingga segala kesulitan dapat diatasi. Cara lain yang mungkin baik digunakan untuk mengatasi kegelisahan atau kecemasan yaitu dengan memerluka pemikiran. Dan yang paing ampuh adalah dengan memasrahkan diri kita kepada Tuhan.

D. Keterasingan

Terasing atau keterasingan adalah hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pergaulan, terpencil atau terpisah dari yang lain. Yang menyebabkan orang berada dalam keterasingan adalah perilakunya yang tidak dapat diterima atau dibenarkan oleh masyarakat, atau kekurangan yang ada pada diri seseorang, sehingga ia tidak dapat atau sulit menyesuaikan diri dalam masyarakat.

E. Kesepian

Kesepian adalah merasa sunyi atau lengang, tidak berteman. Setiap orang pernah mengalami kesepian, karena kesepian bagian hidup manusia, lama rasa sepi iu bergantung kepada mental orang dan kasus penyebabnya. Jadi kesepian adalah akibat dari keterasingan.

F. Ketidakpastian

Ketidakpastian artinya keadaan yang tidak pasti, tidak tentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, keadaan tanpa arah yang jelas, keadaan tanpa asal-usul yang jelas.

G. Sebab-sebab Terjadi Ketidakpastian

  1. Obsesi

Obsesi merupakan gejala neurosa jiwa, yaitu adanya pikiran atau perasaan tertentu yang terus menerus, biasanya tentang hal-ha yang tak menyenangkan, atau sebab-sebabnya tidak diketahui oleh penderita.

  1. Phobia

Phobia adalah rasa ketakutan yang tak terkendali, tidak normal kepada sesuatu hal atau kejadian tanpa diketahui sebabnya.

  1. Kompulasi

Kompulasi adalah keragu-raguan tentang apa yang telah dikerjakan, sehingga ada dorongan yang tak disadari melakukan perbuatan yang serua berkali-kali.

  1. Histeria

Histeria adalah neorosa jiwa yang disebabkan oleh tekanan mental, kekecewaan, pengalaman pahit yang menekan, kelemahan syaraf, tidak mampu menguasai diri, sugesti dari sikap orang lain.

  1. Delusi

Menunjukan pikiran yang tidak beres, karena berdasarkan suatu keyakinan palsu.

Delusi ada 3 macam, yaitu :

a. Delusi persekusi : menganggap keadaan sekitarnya jelek..

b. Delusi keagungan : menganggap dirinya orang penting dan besar.

c. Delusi melancholis : merasa dirinya bersalah, hina, dan berdosa.

  1. Halusinasi

Khayalan yang terjadi tanpa rangsangan pancaindera. Dengan sugesti diri orang dpat juga berhalusinasi. Karena halusinasi orang merasa mendapat tekanan terhadap dorongan dasarnya, sehingga dengan timbulnya halusinasi dorongan itu menemukan sasarannya.

  1. Keadaan Emosi

Dalam keadaan tertentu sesorang sangat berpengaruh oleh emosinya. Ini Nampak pada keseluruhan pribadinya.

H. Usaha-usaha Penyembuhan Ketidakpastian

Orang yang tidak dapat berpikir dengan baik, atau kacau pikirannya ada bermacam-macam penyebabnya. Untuk dapat menyembuhkan keadaan tersebut bergantung pada mental si penderita. Andaikata penyebab sudah diketahui, kemungkinan juga tidak dapat sembuh.

Manusia dan Tanggung Jawab

ibd9

Manusia dan Tanggung Jawab

A. Pengertian Tanggung Jawab

Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab jyga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.

Tanggung jawab bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian kehidupan manusia, bahwa setiap manusia pasti dibebani dengn tanggung jawab. Apabila ia tidak mau bertanggung jawab, maka ada pihak lain yang memaksakan tanggung jawab itu.

Tanggung jawab adalah cirri manusia beradab. Manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengabdian atau pengorbanannya.

B. Macam-macam Tanggung Jawab

  1. Tanggung jawab terhadap diri sendiri

Tanggung jawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran setiap orang utuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Karena merupakan seirang pribadi maka manusia mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri, angan-angan sendiri. Sebagai perwujudan dari pendapat, perasaan dan angan-angan manusia berbuat dan bertindak.

  1. Tangggung jawab terhadap keluarga

Keluarga merupakan masyaraka kecil yang terdiri dari suami-istri, ayah-ibu dan anak-anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan.

  1. Tanggung jawab terhadap masyarakat

Pada hakekatnya manusia tidak bias hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai makhluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Sehingga dengan demikian manusia merupakan anggota masyarakat yang mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat anggota lain agar dapat melangsungkan hidupnya dalam masyarakat.

  1. Tanggung jawab kepada Bangsa / Negara

Tiap manusia, tiap individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia terikat oleh norma-norma atau ukuran-ukuran yang dibuat oleh negara. Manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah, maka ia harus bertanggung jawab kepada Negara.

  1. Tanggung jawab terhadap Tuhan

Tuhan menciptakan manusia dibumi bukan tanpa tanggung jawab. Sehingga tindakan manusia tidak bias lepas dari hukuman Tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama. Dengan mengabaikan perintah Tuhan maka mereka meninggalkan tanggung jawab yang seharusnya dilakukan manusia terhadap Tuhan sebagai penciptanya.

C. Pengabdian dan Pengorbanan

  1. Pengabdian

Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas.

  1. Pengorbanan

Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarti pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus dan ikhlas.

 

Manusia dan Pandangan Hidup

ibd8

Manusia dan Pandangan Hidup

A. Pengertian Pandangan Hidup

Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, rahan, petunjuk hidup. Pendapat merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.

Pandangan hidup diklasifikasikan berdasarkan asalnya, yaitu :

  1. Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
  2. Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada Negara tersebut.
  3. Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.

Pandangan hidup pada dasarnya mempunyai unsure-unsur yitu cita-cita, kebajikan, usaha, keyakinan/kepercayaan. Keempat unsure ini merupakan satu rangkaian kesatuan yang tidak terpisahkan.

B. Cita-cita

Pada umumnya cita-cita merupakan semacam garis linier yang makin lama makin tinggi, dengan perkataan lain cita-cita merupakan keinginan, harapan, dan tujuan manusia yang makin lama makin tinggi tingkatnya.

Faktor tercapainay cita-cita ada 3, yaitu :

  1. Faktor manusia, yang mau mencapai cita-cita ditentukan oleh kualitas manusianya. Cara keras dalam mencapai cita-cita merupakan suatu perjuangan hidup yang bila berhasil akan menjadikan dirinya puas.
  2. Faktor kondisi, yang mempengaruhi tercapainya cita-cita pada umumnya dapat disebut yang menguntungkan dan yang menghambat. Faktor yang menguntungkan merupakan kondisi yang memperlancar tercapainya suatu cita-cita, sedangkan faktor yang menghambat merupakan kondisi yang merintangi tercapainya suatu cita-cita.
  3. Faktor tingginya cita-cita, yang menyebabkan seseorang secara bertahap mencapai apa yang didam-idamkan. Pada umumnya dilakukan dengan penuh perhitungan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki saat itu serta kondisi yang dilaluinya.

C. Kebajikan

Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama dan etika.

Sebagai makhluk pribadi, manusia dapat menentukan sendiri apa yang baik dan yang buruk. Baik buruk itu ditentukan oleh suara hati. Sebab itu, nilai suara hati amat besar dan penting dalam hidup manusia.

Terdapat 3 faktor yang menentukan tingkah laku seseorang, yaitu :

  1. Faktor pembawaan, merupakan hal yang diturunkan atau dipusakai oleh orang tua.
  2. Faktor lingkungan, lingkungan membentuk jiwa seseorang.
  3. Faktor pengalaman, belajar hidup dari pengalaman merupakan pembentukan budaya dalam diri seseorang.

D. Usaha / Perjuangan

Usaha/perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Kerja keras dapat dilakukan dengan otak/ilmu maupun dengan tenaga/jasmani, atau dengan keduanya. Kerja keras pada dasarnya menghargai dan meningkatkan harkat dan martabat manusia.

Untuk bekerja keras manusia dibatasi oleh kemampuan. Karena kemampuan terbatas itulah timbul perbedaan tingkat kemakmuran antara manusia satu dengan manusia lainnya.

E. Keyakinan / Kepercayaan

Menurut Prof.Dr.Harun Nasution ada 3 aliran filsafat, yaitu :

  1. Aliran Naturalisme

Aliran naturalisme berintikan spekulasi. Bagi yang percaya Tuhan, Tuhan adalah kekuasaan yang tertinggi. Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan. Karena itu manusia mengabdi kepada Tuhan berdasarkan ajaran-ajaran Tuhan yaitu agama.

Ajaran agama ada 2 macam, yaitu :

a. Ajaran agama dogmatis, bersifat mutlak, terdapat dalam kita suci Al-Qura dan Hadist.

b. Ajaran agama dari pemuka agama, bersifat dapat diubah, terdapat dalam buka agama yang ditulis oleh pemuka agama.

  1. Aliran Intelektualisme

Dasar aliran ini adalah akal/logika. Manusia mengutamakan akal. Apabila alira ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka keyakinan manusia bermula dari akal. Jadi pandangan hidup dilandasi oleh keyakinan kebenaran yang diterima akal.

Pandangan hidup ini disebut liberalisasi. Kebebasan akan menimbulkan kebebasan bertingkah laku dan berbuat, walaupun tingkah laku dan perbuatan itu bertentangan dengan hati nurani.

  1. Aliran Gabungan

Apabila aliran n dihubungkan dengan pandangan hidup, maka akan timbul dua kemungkinan pandangan hidup. Apabila keyakinan lebih berat didasarkan pada logika berpikir, sedangkan hati nurani dinomor duakan, kekuatan gaib dari Tuhan diakui adanya tetapi tidak menentukan, dan logika berpikir tidak ditekankan pada logika berpikir individu, melainkan logika berpikir kolektif, pandangan in disebut sosialisme.

F. Langkah-langkah Berpandangan Hidup yang Baik

Manusia pasti mempunyai pandangan hidup walau bagaimananpun bentuknya. Bagaimana kita memperlakukan pandangan hidup tergantung pada orang yang bersangkutan. Akan tetapi yang terpenting kita seharusnya mempunyai langkah-langkah berpandangan hidup.

Adapaun langkah-langkahnya adalah :

  1. Mengenal

Mengenal merupakan suatu kodrat bagi manusia yaitu merupakan tahap pertama dari setiap aktivitas hidupnya.

  1. Mengerti

Tahap kedua untuk berpandangan hidup adalah mengerti. Mengerti terhadap pandangan hidup memegang peranan penting. Karena dengan mengerti, ada kecenderungan mengikuti apa yang terdapat dalam pandangan hidup itu.

  1. Menghayati

Dengan menghayati pandangan hidup diperoleh gambaran yang tepat dan benar mengenai kebenaran pandangan hidup. Yang perlu diingat dalam langkah mengerti dan menghayati pandangan hidup yaitu harus ada sikap penerimaan terhadap pandangan hidup itu.

  1. Meyakini

Dengan meyakini berarti secara langsung ada penerimaan yang ikhlas terhadap pandangan hidup. Dalam meyakini penting juga adanya iman yang teguh. Sebab dengan iman yang teguh, tidak akan terpengaruh oleh pengaruh dari luar dirinya yang menyebabkan dirinya tersugesti.

  1. Mengabdi

Pengabdian merupakan sesuatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya dn orang lain.

  1. Mengamankan

Mungkin sudah merupakan sifat manusia bahwa bila sudah mengabdikan diri pada suatu pandangan hidup lalu ada orang lain yang mengganggu atau menyalahkannya tentu dia tidak menerima dan bahkan cenderung untuk mengadakan perlawanan. Mengamankan merupakan langkah terberat dan membutuhkan iman yang teguh dan kebenaran dalam menanggulangi segala sesuatu demi tegaknya pandangan hidup.

Manusia dan Keadilan

anggy

Manusia dan Keadilan

A.Pengertian Keadilan

Menurut pendapat umum, keadilan adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntut hak dan menjalankan kewajiban. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi haknya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama.

B.Keadilan Sosial

Panitia ad-hoc majelis permusyawaratan rakyat sementar 1966 memberikan perumusan sebagai berikut :

“Sila keadilan sosial mengandung prinsip bahwa setiap orang di Indonesia akan mendapat perlakuan yang adil dalam bidang hukum, politik, ekonomi dan kebudayaan”.

Dalam ketetapan MPR RI No.II/MPR/1978 tentang pedoman penghayatan dan pegamalan Pancasila dicantumkan ketentuan sebagai berikut :

“Dengan sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia manusia Indonesia menyadari hak dan kewajiban yang sama untuk menciptakn keadilan sosial dalam kehidupan masyarakan Indonesia”.

Untuk mewujudkan kedilan sosial, diperinci perbuatan dan sikap yang perlu dipupuk, yaitu :

  1. Perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
  2. Sikap adil terhadap sesama, menjaga keseimbangan antar hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain.
  3. Sikap suka member pertolongan kepada yang memerlukan.
  4. Sikap suka bekerja keras.
  5. Sikap menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat untuk mencapai kemjuan dan kesejahteraan bersama.

Keadilan dan ketidak adilan tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia karena dalam hidupnya manusia menghadapi keadilan/ketidak adilan setip hari

C. Berbagai Macam Keadilan

  1. Keadilan Legal atau Keadilan Moral

Keadilan timbul karena penyatuan dan penyesuaian untuk memberi tempat yang selaras kepada bagian-bagian yang membentuk suatu masyarakat. Keadilan terwujud dalam masyarakat bilamana setiap anggota masyarakat melakukan fungsinya secara baik menurut kemampuannya. Ketidak adilan terjadi apabila ada campur tangan pihak lain yang melaksanakan tugas-tugas yang selaras sebab hal itu akan menciptakan pertentangan dan ketidak serasian.

  1. Keadilan Distributif

Aristoteles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlukakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama (justice is done when equals are treated equally)

  1. Keadilan Komutatif

Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrim menjadikan ketidakadilan dan akan merusak pertalian dalam masyarakat.

D. Kejujuran

Kejujuran atau jujur artinya apa yang dikatakan sesoang sesuai dengan hati nuraninya, sesuai dengan kenyataan yang ada. Kejujuran bersangkut erat dengan masalah nurani. Menurut M.Alamsyah dalam bukunya Budi Nurani, filsafat berfikir yang disebut nurani adalah sebuah wadah yang ada dalam perasaan manusia. Wadah ini menyimpan suatu getaran kejujuran, ketulusan dalam meneropong kebenaran local maupun kebenran Ilahhi. Untuk mempertahankan kejujuran, berbagai cara dan sikap perlu dipupuk. Namun demi sopan santun dan pendidikan, orang dipebolehkan berkata tdak jujur sampai pada batas yang dapat dibenarkan.

E. Kecurangan

Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nuraninya. Kecrangan menyebabkan manusia menjadi serakah, tamak, ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai sebagai orang paling hebat, paling kaya dan senang bila masyarakat disekelilingkan hidup menderita.

Bermacam-macam sebab orang melakukan kecurangan. Ditinjau dari hubungan manusia dengan alam sekitarnya, ada empat aspek yaitu :

  1. Aspek ekonomi
  2. Aspek kebudayaan
  3. Aspek peradaban
  4. Aspek teknik

F. Pemulihan Nama Baik

Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menjaga dengan hati-hati agar namanya tetap baik. Penjagaan nama baik erat hubungannya dengan tingkah laku atau perbuatan. Atau boleh dikatakan nama baik atau tidak baik itu adalah tingkah laku atau perbuatanya.

Tingkah laku atau perbuatan yang baik dengan nama baik pada hakekatnya sesuai dengan kodrat manusia, yaitu :

  1. Manusia menurut sifat dasarnya adalah makhluk moral.
  2. Ada aturan-aturan yang berdiri sendiri yang harus dipatuhi manusia untuk mewujudkan dirina sendiri sebagai pelaku moral tersebut.

G.Pembalasan

Pembalasan adalah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa/seimbang. Pembalasan disebabkan karena adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat mendapat balasan yang bersahabat. Sebaliknya, pergaulan yang penuh kecurigaan menimbulkan balasan yang tidak bersahabat pula.