ARSITEKTUR CLOUD COMPUTING PADA SISTEM INFORMASI DESA SEBAGAI LAYANAN AKSES INFORMASI DESA

ARSITEKTUR CLOUD COMPUTING PADA SISTEM INFORMASI DESA SEBAGAI LAYANAN AKSES INFORMASI DESA

  1. PENDAHULUAN

Pelayanan e-goverment pada lingkup desa merupakan kegiatan yang langsung berhubungan dengan masyarakat yang berbentuk kegiatan layanan administrasi desa. Kegiatan layanan administrasi desa merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh para pamong desa terhadap setiap masyarakat yang membutuhkan. Bentuk pelayanan administrasi desa seperti membuat berbagai surat pengantar ke kecamatan, kabupaten atau bahkan propinsi, merupakan kegiatan yang seharusnya seragam untuk setiap desa dalam lingkup satu kecamatan, dan kecamatan yang menyimpan seluruh data kependudukannya.

Kondisi yang ada pada e-government pelayanan adminitrasi desa ketidakseragamnya bentuk layanan pada setiap desa padahal data kependudukan adalah sama di tingkat kecamatannya. Sehingga kadang masyarakat arus kembali lagi ke kantor desa guna memperbaiki format yang disesuaikan pada tingkat kecamatan yang berlaku. Kondisi yang sudah demikian tentunya akan bertambah komplek karena disisi lain perkembangan teknologi informasi (TI) dalam aspek meningkat begitu pesat. Saat ini keberadaan TI telah mengubah pengguna dalam mencari, memilih dan mengolah informasi yang dibutuhkan. Pengguna membutuhkan kecepatan dan ketepatan akses dimana dan kapan saja melalui perangkat TI yang dimilikinya.

Adanya fenomena tersebut di atas, merupakan tantangan yang cukup besar bagi pemerintah daerah. Sebagai instansi yang berperan dalam mengumpulkan, mengolah dan menyebarkan informasi tentunya pemerintah daerah harus aktif dan inovatif dalam memberikan dan menciptakan program layanan yang dapat membantu pamong desa secara khususnya dan warga masyarakat secara umum. Salah satu trend teknologi yang saat ini masih terus digali dalam penelitian-penelitian para pakar TI di dunia, yaitu cloud computing (komputasi awan). Cloud computing memungkinkan akses data dari mana saja dan menggunakan perangkat fixed atau mobile device menggunakan internet cloud sebagai tempat menyimpan data, aplikasi dan lainnya yang dapat dengan mudah mengambil data download aplikasi dan pindah ke cloud lainnya, hal ini memungkinkan dapat memberikan layanan aplikasi secara mobile di masa depan. Trend ini akan dapat memberikan keuntungan baik dari sisi pemberi layanan (provider) atapun dari sisi penguna (user) dan masyarakat pada umumnya. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang konsep penerapan cloud computing pada pelayanan administrasi desa yang berkaitan dengan pelayanan dari pemerintaan daerah sebagai pemberi layanan akses informasi kepada warga masyarakat dengan bentuk layanan informasi yang terbaik, mutahir dan berkesinambungan kepada penggunanya dan berjalan terpadu pada sistem pemerintaan daerah dan pusat. Dengan berbekal informasi yang ada dan pelayanan yang prima maka kegiatan masyarakat menjadi berjalan lebih lancar sekaligus dapat meningkatkan pendapatan masyarakat yang berujung pada peningkatan pendapatan daerah.

  1. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Komputasi Awan (Cloud Computing)

Kehadiran komputasi awan awalnya memang hadir bagi kalangan industry. Sebagaimana yang dikatakan oleh Hartig (2008) cloud computing is a new model of computing that is widely being utilized in today’s industry and society. Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi penerapan teknologi ini, antara lain :

  1. Ini adalah sebuah model layanan berbasis internet untuk menampung sumberdaya sebuah perusahaan. Artinya sebuah perusahan tak perlu lagi memiliki atau mendirikan infrastruktur lantaran sudah ada perusahaan lain yang menyediakan “menampung” di cloud alias internet.
  2. Sebuah perusahaan tidak perlu lagi mengalokasikan anggaran untuk membeli dan perawatan infrastruktur dan software.
  3. Perusahaan pun tak perlu memiliki pengetahuan serta merekrut tenaga pakar dan tenaga penggontrol infrastruktur di cloud yang mendukungnya.

Nasional Institute of Standards and Technology (NIST), Information Technology Laboratory memberikan dua buah catatan mengenai pengertian komputasi awan. Pertama komputasi awan masih merupakan paradigma yang berkembang. Defnisi kasus penggunaan, teknologi yang mendasar, masalah, resiko dan manfaat akan terus disempurnakan melalui perdebatan baik oleh sector publik maupun swasta. Definisi, atribut dan karakteristik akan berkembang dan berubah dari waktu ke waktu, kedua, industri komputasi awan merupakan ekosistem besar dengan banyak model, vendor dan pangsa pasar (Mell & Grance, 2009).

2.2 Karakteristik Komputasi Awan

NIST mengidentifikasi lima karakteristik penting dari komputasi awan (Mell & Grance, 2009) sebagai berikut :

  1. On-demand seft-service. Pengguna dapat memesan dan mengella layanan tanpa interaksi manusia dengan penyedia layanan, misalnya dengan menggunakan sebuah portal web dan menajemen antarmuka. Pengadaan dan perlengkapan layanan serta sumberdaya yang terkait terjadi secara otomatis pada penyedia.
  2. Broad network acces. Kemampuan yang tersedia melalui jaringan dan diakses melalui mekanisme standar yang mengenalkan penggunaan berbagai platform teknologi (misalnya, telepon seluler, laptop dan PDA)
  3. Resource pooling. Penyatuan sumberdaya komputasi yang dimiliki penyedia untuk melayani beberapa konsumen menggunakan model multi-penyewa, dengan sumberdaya fisik dan virtual yang berbeda, ditetapkan secara dinamis dan ditugaskan sesuai dengan permintaan konsumen. Ada rasa kemandirian lokasi bahwa pelanggan umumnya tidak memiliki control atau pengetahuan atas beradaan lokasi sumberdaya yang disediakan, tetapi ada kemungkinan dapat menentukan lokasi di tempat yang lebih tinggi (misalnya, Negara atau datacenter). Contoh sumberdaya termasuk penyimpanan, pemrosesan, memori bandwitdh jaringan dan mesin virtual).
  4. Rapid elastisity. Memiliki kemampuan respon yang cepat dan fleksible. Dimana pengguna dapat menambah atau mengurangi jenis dan kapasitas layanan yang diinginkan kapan saja dan sistem selalu dapat mengakomodasi perubahan tersebut.
  5. Measured service. Sistem komputasi awan secara otomatis mengawasi dan mengoptimalkan penggunaan sumberdaya dengan memanfaatkan kemampuan pengukuran (metering) pada beberapa tingkat yang sesuai dengan jenis layanan (misalnya, penyimpanan, pemrosesan, bandwidth, dan account pengguna aktif). Penggunaan sumberdaya dapat dipantau, dikendalikan dan dilaporkan sebagai upaya memberikan transparansi bagi penyedia dan konsumen dari layanan yang digunakan.

Sedangkan tiga jenis model layanan dijelaskan oleh NIST (Mell & Grance, 2009) sebagai berikut :

  1. Cloud software as a Service (SaaS).

Kemampuan yan diberikan kepada konsumen untuk mengunakan aplikasi penyedia dapat beroperasi pada infrastruktur awan. Aplikasi dapat diakses dari berbagai perangkat klien melalui antarmuka seperti web browser (misalnya, email berbasis web). Konsumen tidak mengelola atau mengendalikan infrastruktur awan yang mendasari termasuk jaringan server, sistem operasi penyimpanan atau bahkan kemampuan aplikasi individu, dengan kemungkinan pengecualian terbatas terhadap pengaturan konfigurasi aplikasi pengguna tertentu.

  1. Cloud Platform as a Service (PaaS).

Kemampuan yang diberikan kepada konsumen untuk menyebarkan aplikasi yang dibuat konsumen atau diperoleh ke infrasturktur komputasi awan menggunakan bahasa pemrograman dan peralatan yang didukung oleh provider. Konsumen tidak mengelola atau mengendalikan infrastruktur awan yang mendasari termasuk jaringan, server, sistem operasi, atau penyimpanan namun memiliki control atas aplikasi disebarkan dan memungkinkan aplikasi melakukan hosting konfigurasi.

  1. Cloud infrastruktur as a Service (IaaS).

Kemampuan yan diberikan kepada konsumen untuk memproses, menyimpanan, berjaringan, dan komputasi sumberdaya lain yang penting dimana konsumen dapat menyebarkan dan menjalankan perangkat lunak secara bebas dapat mencakup sistem operasi dan aplikasi. Konsumen tidak mengelola atau mengendalikan infrastruktur awan yang mendasari tetapi memiliki control atas sistem operasi penyimpanan, aplikasi yang disebarkan dan mungkin control terbatas komponen jaringan yang pilih (misalnya, firewall host).

Model penyebaran komputasi awan menurut NIST terdiri dari empat model (Mell dan Grance, 2009), yaitu :

  1. Private cloud. Infrastruktur awan yang semata-mata dioperasikan bagi suatu organisasi. Ini mungkin dikelola oleh organisasi atau pihak ketiga dan mungkin ada pada on premis atau off premis.
  2. Community cloud. Infrastruktur awan digunakan secara bersama oleh beberapa organisasi dan mendukung komunitas tertentu yang telah berbagi concerns (misalnya, misi, persyaratan keamanan, kebijakan dan pertimbangan kepatuhan). Infrastruktur ini dikelola oleh organisasi atau pihak ketiga dan mungkin ada pada on premis atau off premis.
  3. Public cloud. Infrastruktur awan yang dibuat tersedia untuk umum atau kelompok industry besar dan dimiliki oleh sebuah organisasi yang menjual layanan awan. 4. Hybrid cloud. Infrastruktur awan ini merupakan komposisi dari dua atau lebih awan yang unik namun tergantung pada teknologi dan aplikasi yan digunakan.

2.3 Komponen Cloud Computing

Ada tiga komponen dasar komputasi awan dalam topologi yang sederhana menurut Velte (2010) yaitu client, datacenter dan distributed servers. Ketiga komponen dasar tersebut memiliki tujuan dan peranan yang spesifik dalam menjalankan operasi komputasi awan. Konsep ketiga komponen tersebut dapat digambarkan sebagai berikut :

cc

2.4 Kelebihan dan kelemahan Cloud Computing

Sebagai suatu sistem jaringan dengan teknologi komputasi yang terkinipun Cloud Computing memiliki aspek keuntungan dan kelemahannya masing-masing. (Robbins, 2009) Kelebihan dari Cloud Computing diantarannya:

  1. Kemudahan dalam mengakses data atau aplikasi
  2. Efisiensi biaya Penggunaan cloud computing akan mengurangi biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk operasional komputer terutama untuk hardware.
  3. Fleksibilitas dalam menambah kapasitas
  4. Kemudahan monitoring dan manajemen server
  5. Meningkatkan ketersediaan data

Kelemahan cloud computing, diantaranya resiko yang harus dihadapi user dalam (Robbins, 2009) :

  1. service level, artinya kemungkinan service performance yang kurang konsisten dari provider. Inkonsistensi cloud provider ini meliputi, data protection dan data recovery.
  2. privacy, yang berarti adanya resiko karena hosting dilakukan secara bersama-sama, data user akan diakses
  3. compliance, yang mengacu pada resiko adanya compliance dari provider terhadap regulasi yang diterapkan oleh user, oleh orang lain penyimpangan level
  4. data ownership mengacu pada resiko kehilangan kepemilikan data begitu data disimpan dalam cloud,
  5. data mobility, yang mengacu pada kemungkinan share data antar cloudservice dan cara memperoleh kembali data jika suatu saat usermelakukan proses terminasi terhadap layanan cloud Computing.

2.5 Pemerintahan Desa

Pemerintahan desa adalah penyelengara pemerintahan di wilayah pedesaan yang tugas dan tanggung jawabnya sama dengan camat, bupati atau gubernur, namun dalam wilayah yang terbatas. Administrasi desa adalah proses pengelolaan dan pengaturan surat-surat dan dokumen lainnya yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan di desa. Penyelenggaraan administrasi desa meliputi administrasi keuangan yang dilakukan untuk mengelola keuangan desa, administrasi pembangunan mencakup informasi dan dokumentasi kegiatan pembangunan desa, administrasi kependudukan berhubungan dengan jumlah kelahiran dan kematian serta jumlah kepadatan penduduk desa yang didata secara berkala, serta administrasi lainnya yang menunjang pelayanan pemerintahan desa.

e-Government menjadi pertimbangan utama bagi organisasi sector public yang melakukan perencanaan sistem informasi dalam rangka menyediakan input penting dan memudahkan dalam proses penyusunan perencanaan dan pemantauan serta evaluasi hasil pembangunan. Dukungan TIK yang diterapkan pada pemerintahan desa akan mendorong data tunggal yang dengan mudah diupdate oleh aparatur desa dengan mengedepankan kesederhanaan operasional. Data yang tersimpan dengan baik akan sangat mendukung kinerja pemerintahan desa sesuai azas efisiensi dan efektif, pembakuan, akuntabilitas, keterkaitan kecepatan dan ketepatan, keamanan, ketelitian, kejelasan, singkat dan padat, logis dan meyakinkan dalam rangka menyusun perencanaan desa, perbaikan administrasi desa dan pelayanan public.

  1. PEMBAHASAN

Teknologi cloud computing tidak serta merta diterapkan begitu saja di sistem informasi pemerintahan desa. Penerapan membutuhkan suatu perencanaan yang jelas dan matang jika konsep teknologi tersebut akan diadopsi. Berdasarkan potensi yang dimiliki dan konsep-konsep teori sebelumnya sistem informasi pada pemerintahan desa perlu memperhatikan beberapa hal sebelum mengaplikasikan teknologi cloud computing antara lain infrastruktur, keamanana data dan sumber daya manusia.

1. Aspek Infrastruktur

Sebagai sumber layanan masyarakat di lingkup pemerintahan daerah, pemerintahan desa perlu dan harus didukung oleh infrastruktur teknologi informasi yang kuat. Pemasangan internet di kantor kepala desa telah menjadi program dari pemerintahan daerah kabupaten. Infrastruktur cloud computing pada platform as a service (PaaS), e-desa menyiapkan fasilitas yang diberikan kepada desa untuk menyebarkan aplikasi yang menggunakan bahasa pemrograman dan peralatan yang didukung oleh provider. Tentunya hal ini untuk memdahkan dalam operasional pertukaran data dan informasi. Desa tidak mengelola atau mengendalikan infrastruktur awan yang mendasari termasuk jaringan, server, sistem operasi, atau penyimpanan, namun memiliki control atas aplikasi disebarkan dan memungkinkan aplikasi melakukan hosting konfigurasi. Sedangkan pada Sotware as a Service (SaaS), e-desa dapat menyediakan fasilitas-fasilitas aplikasi atau software yang berkaitan dengan pelayanan administrasi desa. Ketersediaan aplikasi seperti pengadaan, pengolahan, dan layanan tentunya akan sangat membant aparatur desa di kantor desa dalam melakukan updating data. Bagi masyarakat tentunya akan memudahkan dalam pencarian data dan informasi. Selain itu juga aplikasi-aplikasi yang dapat diakses dari berbagai perangkat klien melalui antarmuka seperti web browser (misalnya, email berbasis web). Infrastruktur dan arsitektur sistem informasi/teknologi informasi dibangun menuju cloud. Arsitektur dari server dirancang seperti pada gambar 3. Pada arsitektur server ini Cloud computing berperan sebagai IaaS yaitu server dan penyimpanan data (storage) serta aplikasi-aplikasi SaaS yang dapat digunakan oleh banyak desa

2. Aspek Keamanan

Keamanan data menjadi begitu penting dalam penerapan cloud computing. Desa harus dapat menjamin keamanan data dan informasi yang tersimpan dalam servernya. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan para user dalam hal ini aparatur desa dan warga masyarakat yang telah menyimpan data mereka.

3. Aspek Sumberdaya

Desa perlu menyiapkan SDM yang memiliki ketrampilan dan keahlian dalam bidang TI. Kompetensi tersebut dimaksudkan agar dapat mengelola dengan baik teknologi cloud computing yang diterapkan. Selain itu juga perlu adanya pelatihan yang berkesinambungan bagi para aparatur desa, tentunya menjadi hal yang harus direncanakan secara berkala. Upaya untuk mengubah pola berpikir/mindset SDM yang ada agar mampu bekerja secara terintegrasi perlu terurs diupayakan penentu kebijakan sehingga mempermudah dalam proses terciptanya layanan komputasi awan.

  1. KESIMPULAN

Dengan adanya e-desa pengguna mampu mengontrol, mengolah data dan informasi yang berhubungan dengan suatu desa sehingga penyampaian informasi lebih cepat, mudah, murah serta dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Cloud computing ini berperan sebagai IaaS yaitu server dan penyimpanan data (storage) serta aplikasi-aplikasi SaaS yang dapat digunakan oleh banyak desa.  Desa pengguna tidak memerlukan infrastruktur yang besar untuk membuat suatu website serta investasi perangkat keras, perangkat lunak, maintenance dan upgrading.

DAFTAR PUSTAKA

Ercana, Tuncay (2010) Effective use of Cloud Compting in Educational Institutioans. Procedia Social and Behavioral Sciences 2 (2010) : p. 993-942

Furht, Borko & Armando Escalante (2010) Handbook of Cloud Computing. Springer New York. Hartig, K (2008) What is Cloud Computing ? Cloud Computing Journal available at: http:// cloudcomputing.syscon.com/node/579826 (diakses pada 25 Juli 2014)

Hayes, B (2008) Cloud Computing. Communications o the ACM, 51 (7), 9-11

Mell, P and Grance T (2009) NIST Definition of Clod Computing v15. Available at : http://csrc.nist.gov/groups/SNS/cloud-computing/cloud-dev-v15.doc (diakses 12 Juli 2014) ____, http://basingna.wordpress.com/2013/04/16/karakteristik-cloud-computing-seperti-apa/. Diakses pada 8 Juli 2014

Advertisements

ARSITEKTUR CLOUD COMPUTING PADA SISTEM INFORMASI DESA SEBAGAI LAYANAN AKSES INFORMASI DESA

ARSITEKTUR CLOUD COMPUTING PADA SISTEM INFORMASI DESA SEBAGAI LAYANAN AKSES INFORMASI DESA

  1. PENDAHULUAN

Pelayanan e-goverment pada lingkup desa merupakan kegiatan yang langsung berhubungan dengan masyarakat yang berbentuk kegiatan layanan administrasi desa. Kegiatan layanan administrasi desa merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh para pamong desa terhadap setiap masyarakat yang membutuhkan. Bentuk pelayanan administrasi desa seperti membuat berbagai surat pengantar ke kecamatan, kabupaten atau bahkan propinsi, merupakan kegiatan yang seharusnya seragam untuk setiap desa dalam lingkup satu kecamatan, dan kecamatan yang menyimpan seluruh data kependudukannya.

Kondisi yang ada pada e-government pelayanan adminitrasi desa ketidakseragamnya bentuk layanan pada setiap desa padahal data kependudukan adalah sama di tingkat kecamatannya. Sehingga kadang masyarakat arus kembali lagi ke kantor desa guna memperbaiki format yang disesuaikan pada tingkat kecamatan yang berlaku. Kondisi yang sudah demikian tentunya akan bertambah komplek karena disisi lain perkembangan teknologi informasi (TI) dalam aspek meningkat begitu pesat. Saat ini keberadaan TI telah mengubah pengguna dalam mencari, memilih dan mengolah informasi yang dibutuhkan. Pengguna membutuhkan kecepatan dan ketepatan akses dimana dan kapan saja melalui perangkat TI yang dimilikinya.

Adanya fenomena tersebut di atas, merupakan tantangan yang cukup besar bagi pemerintah daerah. Sebagai instansi yang berperan dalam mengumpulkan, mengolah dan menyebarkan informasi tentunya pemerintah daerah harus aktif dan inovatif dalam memberikan dan menciptakan program layanan yang dapat membantu pamong desa secara khususnya dan warga masyarakat secara umum. Salah satu trend teknologi yang saat ini masih terus digali dalam penelitian-penelitian para pakar TI di dunia, yaitu cloud computing (komputasi awan). Cloud computing memungkinkan akses data dari mana saja dan menggunakan perangkat fixed atau mobile device menggunakan internet cloud sebagai tempat menyimpan data, aplikasi dan lainnya yang dapat dengan mudah mengambil data download aplikasi dan pindah ke cloud lainnya, hal ini memungkinkan dapat memberikan layanan aplikasi secara mobile di masa depan. Trend ini akan dapat memberikan keuntungan baik dari sisi pemberi layanan (provider) atapun dari sisi penguna (user) dan masyarakat pada umumnya. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang konsep penerapan cloud computing pada pelayanan administrasi desa yang berkaitan dengan pelayanan dari pemerintaan daerah sebagai pemberi layanan akses informasi kepada warga masyarakat dengan bentuk layanan informasi yang terbaik, mutahir dan berkesinambungan kepada penggunanya dan berjalan terpadu pada sistem pemerintaan daerah dan pusat. Dengan berbekal informasi yang ada dan pelayanan yang prima maka kegiatan masyarakat menjadi berjalan lebih lancar sekaligus dapat meningkatkan pendapatan masyarakat yang berujung pada peningkatan pendapatan daerah.

  1. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Komputasi Awan (Cloud Computing)

Kehadiran komputasi awan awalnya memang hadir bagi kalangan industry. Sebagaimana yang dikatakan oleh Hartig (2008) cloud computing is a new model of computing that is widely being utilized in today’s industry and society. Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi penerapan teknologi ini, antara lain :

  1. Ini adalah sebuah model layanan berbasis internet untuk menampung sumberdaya sebuah perusahaan. Artinya sebuah perusahan tak perlu lagi memiliki atau mendirikan infrastruktur lantaran sudah ada perusahaan lain yang menyediakan “menampung” di cloud alias internet.
  2. Sebuah perusahaan tidak perlu lagi mengalokasikan anggaran untuk membeli dan perawatan infrastruktur dan software.
  3. Perusahaan pun tak perlu memiliki pengetahuan serta merekrut tenaga pakar dan tenaga penggontrol infrastruktur di cloud yang mendukungnya.

Nasional Institute of Standards and Technology (NIST), Information Technology Laboratory memberikan dua buah catatan mengenai pengertian komputasi awan. Pertama komputasi awan masih merupakan paradigma yang berkembang. Defnisi kasus penggunaan, teknologi yang mendasar, masalah, resiko dan manfaat akan terus disempurnakan melalui perdebatan baik oleh sector publik maupun swasta. Definisi, atribut dan karakteristik akan berkembang dan berubah dari waktu ke waktu, kedua, industri komputasi awan merupakan ekosistem besar dengan banyak model, vendor dan pangsa pasar (Mell & Grance, 2009).

2.2 Karakteristik Komputasi Awan

NIST mengidentifikasi lima karakteristik penting dari komputasi awan (Mell & Grance, 2009) sebagai berikut :

  1. On-demand seft-service. Pengguna dapat memesan dan mengella layanan tanpa interaksi manusia dengan penyedia layanan, misalnya dengan menggunakan sebuah portal web dan menajemen antarmuka. Pengadaan dan perlengkapan layanan serta sumberdaya yang terkait terjadi secara otomatis pada penyedia.
  2. Broad network acces. Kemampuan yang tersedia melalui jaringan dan diakses melalui mekanisme standar yang mengenalkan penggunaan berbagai platform teknologi (misalnya, telepon seluler, laptop dan PDA)
  3. Resource pooling. Penyatuan sumberdaya komputasi yang dimiliki penyedia untuk melayani beberapa konsumen menggunakan model multi-penyewa, dengan sumberdaya fisik dan virtual yang berbeda, ditetapkan secara dinamis dan ditugaskan sesuai dengan permintaan konsumen. Ada rasa kemandirian lokasi bahwa pelanggan umumnya tidak memiliki control atau pengetahuan atas beradaan lokasi sumberdaya yang disediakan, tetapi ada kemungkinan dapat menentukan lokasi di tempat yang lebih tinggi (misalnya, Negara atau datacenter). Contoh sumberdaya termasuk penyimpanan, pemrosesan, memori bandwitdh jaringan dan mesin virtual).
  4. Rapid elastisity. Memiliki kemampuan respon yang cepat dan fleksible. Dimana pengguna dapat menambah atau mengurangi jenis dan kapasitas layanan yang diinginkan kapan saja dan sistem selalu dapat mengakomodasi perubahan tersebut.
  5. Measured service. Sistem komputasi awan secara otomatis mengawasi dan mengoptimalkan penggunaan sumberdaya dengan memanfaatkan kemampuan pengukuran (metering) pada beberapa tingkat yang sesuai dengan jenis layanan (misalnya, penyimpanan, pemrosesan, bandwidth, dan account pengguna aktif). Penggunaan sumberdaya dapat dipantau, dikendalikan dan dilaporkan sebagai upaya memberikan transparansi bagi penyedia dan konsumen dari layanan yang digunakan.

Sedangkan tiga jenis model layanan dijelaskan oleh NIST (Mell & Grance, 2009) sebagai berikut :

  1. Cloud software as a Service (SaaS).

Kemampuan yan diberikan kepada konsumen untuk mengunakan aplikasi penyedia dapat beroperasi pada infrastruktur awan. Aplikasi dapat diakses dari berbagai perangkat klien melalui antarmuka seperti web browser (misalnya, email berbasis web). Konsumen tidak mengelola atau mengendalikan infrastruktur awan yang mendasari termasuk jaringan server, sistem operasi penyimpanan atau bahkan kemampuan aplikasi individu, dengan kemungkinan pengecualian terbatas terhadap pengaturan konfigurasi aplikasi pengguna tertentu.

  1. Cloud Platform as a Service (PaaS).

Kemampuan yang diberikan kepada konsumen untuk menyebarkan aplikasi yang dibuat konsumen atau diperoleh ke infrasturktur komputasi awan menggunakan bahasa pemrograman dan peralatan yang didukung oleh provider. Konsumen tidak mengelola atau mengendalikan infrastruktur awan yang mendasari termasuk jaringan, server, sistem operasi, atau penyimpanan namun memiliki control atas aplikasi disebarkan dan memungkinkan aplikasi melakukan hosting konfigurasi.

  1. Cloud infrastruktur as a Service (IaaS).

Kemampuan yan diberikan kepada konsumen untuk memproses, menyimpanan, berjaringan, dan komputasi sumberdaya lain yang penting dimana konsumen dapat menyebarkan dan menjalankan perangkat lunak secara bebas dapat mencakup sistem operasi dan aplikasi. Konsumen tidak mengelola atau mengendalikan infrastruktur awan yang mendasari tetapi memiliki control atas sistem operasi penyimpanan, aplikasi yang disebarkan dan mungkin control terbatas komponen jaringan yang pilih (misalnya, firewall host).

Model penyebaran komputasi awan menurut NIST terdiri dari empat model (Mell dan Grance, 2009), yaitu :

  1. Private cloud. Infrastruktur awan yang semata-mata dioperasikan bagi suatu organisasi. Ini mungkin dikelola oleh organisasi atau pihak ketiga dan mungkin ada pada on premis atau off premis.
  2. Community cloud. Infrastruktur awan digunakan secara bersama oleh beberapa organisasi dan mendukung komunitas tertentu yang telah berbagi concerns (misalnya, misi, persyaratan keamanan, kebijakan dan pertimbangan kepatuhan). Infrastruktur ini dikelola oleh organisasi atau pihak ketiga dan mungkin ada pada on premis atau off premis.
  3. Public cloud. Infrastruktur awan yang dibuat tersedia untuk umum atau kelompok industry besar dan dimiliki oleh sebuah organisasi yang menjual layanan awan. 4. Hybrid cloud. Infrastruktur awan ini merupakan komposisi dari dua atau lebih awan yang unik namun tergantung pada teknologi dan aplikasi yan digunakan.

2.3 Komponen Cloud Computing

Ada tiga komponen dasar komputasi awan dalam topologi yang sederhana menurut Velte (2010) yaitu client, datacenter dan distributed servers. Ketiga komponen dasar tersebut memiliki tujuan dan peranan yang spesifik dalam menjalankan operasi komputasi awan. Konsep ketiga komponen tersebut dapat digambarkan sebagai berikut :

cc

2.4 Kelebihan dan kelemahan Cloud Computing

Sebagai suatu sistem jaringan dengan teknologi komputasi yang terkinipun Cloud Computing memiliki aspek keuntungan dan kelemahannya masing-masing. (Robbins, 2009) Kelebihan dari Cloud Computing diantarannya:

  1. Kemudahan dalam mengakses data atau aplikasi
  2. Efisiensi biaya Penggunaan cloud computing akan mengurangi biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk operasional komputer terutama untuk hardware.
  3. Fleksibilitas dalam menambah kapasitas
  4. Kemudahan monitoring dan manajemen server
  5. Meningkatkan ketersediaan data

Kelemahan cloud computing, diantaranya resiko yang harus dihadapi user dalam (Robbins, 2009) :

  1. service level, artinya kemungkinan service performance yang kurang konsisten dari provider. Inkonsistensi cloud provider ini meliputi, data protection dan data recovery.
  2. privacy, yang berarti adanya resiko karena hosting dilakukan secara bersama-sama, data user akan diakses
  3. compliance, yang mengacu pada resiko adanya compliance dari provider terhadap regulasi yang diterapkan oleh user, oleh orang lain penyimpangan level
  4. data ownership mengacu pada resiko kehilangan kepemilikan data begitu data disimpan dalam cloud,
  5. data mobility, yang mengacu pada kemungkinan share data antar cloudservice dan cara memperoleh kembali data jika suatu saat usermelakukan proses terminasi terhadap layanan cloud Computing.

2.5 Pemerintahan Desa

Pemerintahan desa adalah penyelengara pemerintahan di wilayah pedesaan yang tugas dan tanggung jawabnya sama dengan camat, bupati atau gubernur, namun dalam wilayah yang terbatas. Administrasi desa adalah proses pengelolaan dan pengaturan surat-surat dan dokumen lainnya yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan di desa. Penyelenggaraan administrasi desa meliputi administrasi keuangan yang dilakukan untuk mengelola keuangan desa, administrasi pembangunan mencakup informasi dan dokumentasi kegiatan pembangunan desa, administrasi kependudukan berhubungan dengan jumlah kelahiran dan kematian serta jumlah kepadatan penduduk desa yang didata secara berkala, serta administrasi lainnya yang menunjang pelayanan pemerintahan desa.

e-Government menjadi pertimbangan utama bagi organisasi sector public yang melakukan perencanaan sistem informasi dalam rangka menyediakan input penting dan memudahkan dalam proses penyusunan perencanaan dan pemantauan serta evaluasi hasil pembangunan. Dukungan TIK yang diterapkan pada pemerintahan desa akan mendorong data tunggal yang dengan mudah diupdate oleh aparatur desa dengan mengedepankan kesederhanaan operasional. Data yang tersimpan dengan baik akan sangat mendukung kinerja pemerintahan desa sesuai azas efisiensi dan efektif, pembakuan, akuntabilitas, keterkaitan kecepatan dan ketepatan, keamanan, ketelitian, kejelasan, singkat dan padat, logis dan meyakinkan dalam rangka menyusun perencanaan desa, perbaikan administrasi desa dan pelayanan public.

ARSITEKTUR CLOUD COMPUTING PADA SISTEM INFORMASI DESA SEBAGAI LAYANAN AKSES INFORMASI DESA

ARSITEKTUR CLOUD COMPUTING PADA SISTEM INFORMASI DESA SEBAGAI LAYANAN AKSES INFORMASI DESA

  1. PENDAHULUAN

Pelayanan e-goverment pada lingkup desa merupakan kegiatan yang langsung berhubungan dengan masyarakat yang berbentuk kegiatan layanan administrasi desa. Kegiatan layanan administrasi desa merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh para pamong desa terhadap setiap masyarakat yang membutuhkan. Bentuk pelayanan administrasi desa seperti membuat berbagai surat pengantar ke kecamatan, kabupaten atau bahkan propinsi, merupakan kegiatan yang seharusnya seragam untuk setiap desa dalam lingkup satu kecamatan, dan kecamatan yang menyimpan seluruh data kependudukannya.

Kondisi yang ada pada e-government pelayanan adminitrasi desa ketidakseragamnya bentuk layanan pada setiap desa padahal data kependudukan adalah sama di tingkat kecamatannya. Sehingga kadang masyarakat arus kembali lagi ke kantor desa guna memperbaiki format yang disesuaikan pada tingkat kecamatan yang berlaku. Kondisi yang sudah demikian tentunya akan bertambah komplek karena disisi lain perkembangan teknologi informasi (TI) dalam aspek meningkat begitu pesat. Saat ini keberadaan TI telah mengubah pengguna dalam mencari, memilih dan mengolah informasi yang dibutuhkan. Pengguna membutuhkan kecepatan dan ketepatan akses dimana dan kapan saja melalui perangkat TI yang dimilikinya.

Adanya fenomena tersebut di atas, merupakan tantangan yang cukup besar bagi pemerintah daerah. Sebagai instansi yang berperan dalam mengumpulkan, mengolah dan menyebarkan informasi tentunya pemerintah daerah harus aktif dan inovatif dalam memberikan dan menciptakan program layanan yang dapat membantu pamong desa secara khususnya dan warga masyarakat secara umum. Salah satu trend teknologi yang saat ini masih terus digali dalam penelitian-penelitian para pakar TI di dunia, yaitu cloud computing (komputasi awan). Cloud computing memungkinkan akses data dari mana saja dan menggunakan perangkat fixed atau mobile device menggunakan internet cloud sebagai tempat menyimpan data, aplikasi dan lainnya yang dapat dengan mudah mengambil data download aplikasi dan pindah ke cloud lainnya, hal ini memungkinkan dapat memberikan layanan aplikasi secara mobile di masa depan. Trend ini akan dapat memberikan keuntungan baik dari sisi pemberi layanan (provider) atapun dari sisi penguna (user) dan masyarakat pada umumnya. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang konsep penerapan cloud computing pada pelayanan administrasi desa yang berkaitan dengan pelayanan dari pemerintaan daerah sebagai pemberi layanan akses informasi kepada warga masyarakat dengan bentuk layanan informasi yang terbaik, mutahir dan berkesinambungan kepada penggunanya dan berjalan terpadu pada sistem pemerintaan daerah dan pusat. Dengan berbekal informasi yang ada dan pelayanan yang prima maka kegiatan masyarakat menjadi berjalan lebih lancar sekaligus dapat meningkatkan pendapatan masyarakat yang berujung pada peningkatan pendapatan daerah.

  1. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Komputasi Awan (Cloud Computing)

Kehadiran komputasi awan awalnya memang hadir bagi kalangan industry. Sebagaimana yang dikatakan oleh Hartig (2008) cloud computing is a new model of computing that is widely being utilized in today’s industry and society. Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi penerapan teknologi ini, antara lain :

  1. Ini adalah sebuah model layanan berbasis internet untuk menampung sumberdaya sebuah perusahaan. Artinya sebuah perusahan tak perlu lagi memiliki atau mendirikan infrastruktur lantaran sudah ada perusahaan lain yang menyediakan “menampung” di cloud alias internet.
  2. Sebuah perusahaan tidak perlu lagi mengalokasikan anggaran untuk membeli dan perawatan infrastruktur dan software.
  3. Perusahaan pun tak perlu memiliki pengetahuan serta merekrut tenaga pakar dan tenaga penggontrol infrastruktur di cloud yang mendukungnya.

Nasional Institute of Standards and Technology (NIST), Information Technology Laboratory memberikan dua buah catatan mengenai pengertian komputasi awan. Pertama komputasi awan masih merupakan paradigma yang berkembang. Defnisi kasus penggunaan, teknologi yang mendasar, masalah, resiko dan manfaat akan terus disempurnakan melalui perdebatan baik oleh sector publik maupun swasta. Definisi, atribut dan karakteristik akan berkembang dan berubah dari waktu ke waktu, kedua, industri komputasi awan merupakan ekosistem besar dengan banyak model, vendor dan pangsa pasar (Mell & Grance, 2009).

2.2 Karakteristik Komputasi Awan

NIST mengidentifikasi lima karakteristik penting dari komputasi awan (Mell & Grance, 2009) sebagai berikut :

  1. On-demand seft-service. Pengguna dapat memesan dan mengella layanan tanpa interaksi manusia dengan penyedia layanan, misalnya dengan menggunakan sebuah portal web dan menajemen antarmuka. Pengadaan dan perlengkapan layanan serta sumberdaya yang terkait terjadi secara otomatis pada penyedia.
  2. Broad network acces. Kemampuan yang tersedia melalui jaringan dan diakses melalui mekanisme standar yang mengenalkan penggunaan berbagai platform teknologi (misalnya, telepon seluler, laptop dan PDA)
  3. Resource pooling. Penyatuan sumberdaya komputasi yang dimiliki penyedia untuk melayani beberapa konsumen menggunakan model multi-penyewa, dengan sumberdaya fisik dan virtual yang berbeda, ditetapkan secara dinamis dan ditugaskan sesuai dengan permintaan konsumen. Ada rasa kemandirian lokasi bahwa pelanggan umumnya tidak memiliki control atau pengetahuan atas beradaan lokasi sumberdaya yang disediakan, tetapi ada kemungkinan dapat menentukan lokasi di tempat yang lebih tinggi (misalnya, Negara atau datacenter). Contoh sumberdaya termasuk penyimpanan, pemrosesan, memori bandwitdh jaringan dan mesin virtual).
  4. Rapid elastisity. Memiliki kemampuan respon yang cepat dan fleksible. Dimana pengguna dapat menambah atau mengurangi jenis dan kapasitas layanan yang diinginkan kapan saja dan sistem selalu dapat mengakomodasi perubahan tersebut.
  5. Measured service. Sistem komputasi awan secara otomatis mengawasi dan mengoptimalkan penggunaan sumberdaya dengan memanfaatkan kemampuan pengukuran (metering) pada beberapa tingkat yang sesuai dengan jenis layanan (misalnya, penyimpanan, pemrosesan, bandwidth, dan account pengguna aktif). Penggunaan sumberdaya dapat dipantau, dikendalikan dan dilaporkan sebagai upaya memberikan transparansi bagi penyedia dan konsumen dari layanan yang digunakan.

Sedangkan tiga jenis model layanan dijelaskan oleh NIST (Mell & Grance, 2009) sebagai berikut :

  1. Cloud software as a Service (SaaS).

Kemampuan yan diberikan kepada konsumen untuk mengunakan aplikasi penyedia dapat beroperasi pada infrastruktur awan. Aplikasi dapat diakses dari berbagai perangkat klien melalui antarmuka seperti web browser (misalnya, email berbasis web). Konsumen tidak mengelola atau mengendalikan infrastruktur awan yang mendasari termasuk jaringan server, sistem operasi penyimpanan atau bahkan kemampuan aplikasi individu, dengan kemungkinan pengecualian terbatas terhadap pengaturan konfigurasi aplikasi pengguna tertentu.

  1. Cloud Platform as a Service (PaaS).

Kemampuan yang diberikan kepada konsumen untuk menyebarkan aplikasi yang dibuat konsumen atau diperoleh ke infrasturktur komputasi awan menggunakan bahasa pemrograman dan peralatan yang didukung oleh provider. Konsumen tidak mengelola atau mengendalikan infrastruktur awan yang mendasari termasuk jaringan, server, sistem operasi, atau penyimpanan namun memiliki control atas aplikasi disebarkan dan memungkinkan aplikasi melakukan hosting konfigurasi.

  1. Cloud infrastruktur as a Service (IaaS).

Kemampuan yan diberikan kepada konsumen untuk memproses, menyimpanan, berjaringan, dan komputasi sumberdaya lain yang penting dimana konsumen dapat menyebarkan dan menjalankan perangkat lunak secara bebas dapat mencakup sistem operasi dan aplikasi. Konsumen tidak mengelola atau mengendalikan infrastruktur awan yang mendasari tetapi memiliki control atas sistem operasi penyimpanan, aplikasi yang disebarkan dan mungkin control terbatas komponen jaringan yang pilih (misalnya, firewall host).

Model penyebaran komputasi awan menurut NIST terdiri dari empat model (Mell dan Grance, 2009), yaitu :

  1. Private cloud. Infrastruktur awan yang semata-mata dioperasikan bagi suatu organisasi. Ini mungkin dikelola oleh organisasi atau pihak ketiga dan mungkin ada pada on premis atau off premis.
  2. Community cloud. Infrastruktur awan digunakan secara bersama oleh beberapa organisasi dan mendukung komunitas tertentu yang telah berbagi concerns (misalnya, misi, persyaratan keamanan, kebijakan dan pertimbangan kepatuhan). Infrastruktur ini dikelola oleh organisasi atau pihak ketiga dan mungkin ada pada on premis atau off premis.
  3. Public cloud. Infrastruktur awan yang dibuat tersedia untuk umum atau kelompok industry besar dan dimiliki oleh sebuah organisasi yang menjual layanan awan. 4. Hybrid cloud. Infrastruktur awan ini merupakan komposisi dari dua atau lebih awan yang unik namun tergantung pada teknologi dan aplikasi yan digunakan.

Perencanaan Bisnis TIK

Perencanaan Bisnis TIK (Digital Games Developer)

  1. Regulasi dan Prosedur Pengadaan Barang dan Jasa

Teknologi Informasi dominan dengan perwujudan kehidupan dunia maya, namun pengaruhnya kepada kehidupan masyarakat seperti kehidupan nyata. Perdagangan atau bisnis melalui dunia online sudah marak dilakukan, dan menjadi hal yang biasa. Sama dengan perdagangan di kehidupan nyata, perdagangan atau bisnis di dunia maya juga memerlukan regulasi dan prosedur untuk melindungi merek, konsumen, hukum dagang, dan mencegah praktek monopoli.

Yang dimaksud regulasi dalam bisnis dan ilmu ekonomi adalah segala bentuk peraturan untuk mengendalikan perilaku bisnis dalam bidang industri atau peraturan asosiasi perdagangan dan sebagainya. Sedangkan prosedur adalah rangkaian aktivitas, tugas-tugas, langkah-langkah, keputusan-keputusan, perhitungan-perhitungan dan proses-proses, yang dijalankan melalui serangkaian pekerjaan yang menghasilkan suatu tujuan yang diinginkan, suatu produk atau sebuah akibat.

Pada kehidupan nyata pembeli dan penjual bertemu secara langsung sehingga meminimalisir terjadinya penipuan, berbeda dengan bisnis di dunia maya yang kerap terjadi penipuan. Oleh sebab itu, beberapa hal harus lebih diperhatikan saat membuat regulasi bisnis di bidang teknologi informasi. Ditambah lagi bisnis dalam bidang ini bukan melingkupi pasar lokal melainkan mancanegara, oleh sebab itu diperlukan regulasi yang dapat diterapkan secara internasional. Agar dapat melindungi penjual dan pembeli secara menyeluruh.

Selain bisnis barang, sama seperti di kehidupan nyata, bisnis jasa juga dapat dilakukan melalui media online atau bidang teknologi informasi. Jasa konsultan dan developer pada kehidupan nyata juga merupakan bisnis di bidang teknologi informasi. Pada bisnis jasa, regulasi nya harus lebih mendetail dan mencakup hal-hal yang rinci, karena pada beberapa kasus, bisnis jasa tidak memiliki barang bukti untuk dilaporkan, dan terkadang menggunakan asas percaya.

Sehingga berdasarkan orientasi di atas, dapat dikatakan bahwa regulasi dan prosedur itu saling melengkapi, jika regulasi adalah aturan-aturan yang mengendalikan perilaku bisnis sedangkan prosedur adalah rangkaian langkah-langkah atau cara untuk mendapatkan suatu hasil, baik itu pengadaan barang ataupun jasa dalam sebuah bisnis.

  1. Sumber Informasi Tentang Penawaran atau Peluang Proyek TIK

Proses Mencari Informasi Peluang Usaha

Informasi sangat penting dalam mencari peluang-peluang yang ingin kita ketahui sebagai wahana keterbukaan kita kepada bermacam-macam berita yang ada di lingkungan. Banyak informasi yang sering terabaikan, hal ini disebabkan oleh kekurangmampuan kita dalam mengenali dan menggali peluang-peluang yang ada. Banyak sumber untuk memperoleh informasi, dari mulai media cetak sampai pada media elektronik.

Semakin lengkap sumber-sumber informasi yang ada tentu semakin mempermudah kita untuk memperoleh informasi mengenai peluang berbisnis. Kecanggihan teknologi dan sumber informasi yang banyak sebagi contoh: majalah, koran, televisi, brosur, pamflet, baligo, buku, internet, radio, dan lain-lain. Media-media informasi itu harus kita manfaatkan secara maksimal agar manfaat yang ada mengarah kepada kita sebagai pencari informasi terutama informasi peluang bisnis.

Berikut beberapa tips dalam mencari informasi peluang bisnis :

  • Informasi tentang kepribadian dan kemampuan diri
  • Peluang yang dapat diraih
  • Kebutuhan dan keinginan konsumen
  • Lingkungan yang dihadapi
  • Situasi persaingan
  • Dukungan dan trend kebijakan pemerintah

Tahapan Pengembangan Usaha

Tahapan – tahapan yang dilakukan dalam proses pengembangan usaha yaitu :

  1. Ide Usaha
  2. Kelayakan (business plan)
  3. Implementasi (business process)
  4. Prestasi

Sumber Ide Usaha

Ide usaha dapat diperoleh dari berbagai sumber di antaranya :

  • Berdasarkan hobi
  • Berdasarkan keahlian (contoh : latar belakang pendidikan)
  • Merupakan usaha warisan
  • Membuat inovasi baru
  • Menyesuaikan dengan kebutuhan sekitar

Faktor utama sebelum memulai usaha

Terdapat beberapa faktor utama yang harus dipertimbangkan sebelum memulai usaha, yaitu :

  • Faktor kelayakan pasar
  • Faktor kesukaan
  • Faktor keahlian atau familiaritas
  • Faktor dana
  • Faktor bahan baku
  • Faktor sumber daya manusia dan teknologi
  • Faktor kepribadian

Kebutuhan Dokumen yang Tertuang Dalam KAK (Kerangka Acuan Kerja) atau TOR (Term of Reference) atau Bidding Document

Kerangka Acuan Kerja atau Kerangka Acuan Kegiatan yang disingkatKAK adalah dokumen perencanaan kegiatan yang berisi penjelasan/keterangan mengenai apa, mengapa, siapa, kapan, di mana, bagaimana, dan berapa perkiraan biayanya suatu kegiatan.Dengan kata lain, KAK berisi uraian tentang latar belakang, tujuan, ruang lingkup, masukan yang dibutuhkan, dan hasil yang diharapkan dari suatu kegiatan. KAK dalam bahasa Inggris adalah Term Of Reference yang disingkat TOR.

KAK merupakan gambaran umum dan penjelasan mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan sesuai dengan tugas dan fungsi Kementerian Negara/Lembaga. Dalam KAK tercakup latar belakang, maksud dan tujuan, indikator keluaran dan keluaran, cara pelaksanaan kegiatan, pelaksana dan penanggung jawab kegiatan, jadwal kegiatan, dan biaya kegiatan.

 

Komentar :

Prospek bisnis penyedia jasa pembuatan game digital memang sangat menjanjikan di masa sekarang ini, hal itu terbukti dari tingginya permintaan konsumen dan luasnya pangsa pasar. Namun, yang menjadi permasalahannya adalah bisnis ini benar-benar membutuhkan keahlian dalam programming untuk dapat mengolah script sebaik mungkin agar terciptanya game yang unik dan mampu bersaing dengan game yang lain. Selain itu masalah lain yaitu dalam menjalankan bisnis ini pastinya tidak bisa ditangani oleh seseorang saja, perlunya sumber daya manusia (SDM) lain yang unggul dan berorientasi pada bidang IT.

Meingingat semakin menjamurnya para developer game, membuat peluang bisnis ini benar-benar memiliki pesaing yang sangat banyak. Tetapi kembali lagi ke harga yang ditawarkan dalam pembuatan produk dan cara pemasarannya. Salah satu keuntungannya yaitu berbisnis ini tidak memerlukan modal yang besar karena hanya memanfaatkan software gratis jika memang ada atau menggunakan software berbayar jika ketidakadanya software gratis tersebut. Hanya bermodal membeli lisensi, software tersebut dapat dipakai untuk jangka waktu yang lama asal software tersebut tidak rusak atau terkena virus.

Namun sayangnya dari sisi regulasi industri game tanah air masih lemah. Pemerintah masih terus mengidentifikasi untuk membuat terobosan-terobosan baru agar games lokal yang dihasilkan para developer mampu bersaing dan bisa memasarkannya secara internasional. Oleh karena itu perlu ditekankan mengenai aturan menjalankan usaha industri game dalam perundang-undangan yang menyangkut proses legalitas.

Artikel Pribadi Cara Menumbuhkan Semangat Belajar

Sebagai pelajar, belajar merupakan suatu kewajiban. Namun, terkadang pelajar merasa bosan dan enggan belajar. Lalu, bagaimana cara menumbuhkan semangat belajar? Menurut saya, belajar tidak boleh dengan paksaan. Keinginan belajar harus dari diri sendiri. Diri kita harus mempunyai motivasi yang kuat agar kita enggan melewatkan dan tetap harus belajar degan giat. Dengan adanya motivasi dan tujuan, maka belajar bukan lagi soal kewajiban, namun menjadi kebutuhan. Dengan belajar, ilmu pengetahuan akan semakin luas. Belajar bukan melulu soal membaca buku, atau belajar berhitung. Belajar bisa didapat darimana saja, kapan saja, dan dalam bidang apapun. Motivasi yang kuat membuat kita akan semangat belajar guna mencapai apa yang menjadi tujuan kita.

Selain motivasi yang kuat, mood dalam belajar harus bagus. Dalam keadaan mood yang bagus, biasanya apapun yang akan kita pelajari akan lebih cepat masuk ke otak dan lebih mudah untuk dipahami. Lalu, bagaimana kita menjaga mood kita agar selalu bagus? Yang terpenting adalah selalu berpikiran positif dan tidak terlalu stress dalam proses belajar. Mood yang bagus bisa juga didapat dengan cara melakukan sesuatu yang kita suka. Contohnya yaitu dengan mendengarkan musik yang kita suka. Untuk saya pribadi, saya akan lebih mudah memahami materi yang saya pelajari ketika saya mendengarkan musik. Dengan belajar sambil mendengarkan musik, semangat kita akan lebih terpacu karena kita akan masuk dalam beat musik tersebut. Selain itu, belajar sambil mendengarkan musik mengurangi rasa kantuk yang biasa kita dapat saat belajar.

Belajar secara terus menerus juga bisa membuat pelajar merasa bosan. Maka dari itu, belajarpun juga harus ada jedanya. Misalnya ketika kita sudah mulai merasa bosan, capek atau ngantuk dalam belajar, coba selingi waktu belajar kalian dengan hal-hal yang menyenangkan. Kalo saya pribadi, biasanya saya akan bermain game, membuka social media ataupun menonton video lucu di youtube. Dengan begitu, otak kita tidak akan tertekan karena belajar yang terlalu serius.

Lingkungan juga mempengaruhi dalam proses belajar. Misalnya, dengan kita bergaul dengan teman yang memiliki semangat belajar tinggi, kita juga akan ikut memiliki semangat yang tinggi. Sebaliknya jika kita bergaul dengan teman yang malas, maka kita akan ikut terjerumus dalam hal tersebut, menjadi malas belajar dan suka menunda-nunda belajar.

Dalam proses belajar, usahakan untuk tidak menghafal materi yang sedang dipelajari. Usahakan paham apa isi dari materi tersebut. Karena dengan kita paham, maka materi tersebut akan hafal di luar kepala dengan sendirinya. Dan jika kita merasa kurang paham terhadap materi tersebut, jangan takut untuk bertanya dan minta diajarkan oleh teman atau dosen kita. Dengan begitu, kita akan lebih paham akan materi yang kita pelajari. Demikian cara saya menumbuhkan semangat saya dalam belajar, dan saya akan terus berusaha untuk menumbuhkan semangat belajar saya.

v-class 2 Teknik Kompilasi

  1. Essay

 

  1. Sebutkan definisi:
  • Bahasa mesin adalah seperangkat instruksi serta data yang dapat dieksekusi secara langsung oleh prosesor komputer.
  • Bahasa assembly adalah bahasa pemrograman tingkat rendah yang digunakan dalam pemrograman komputermikroprosesorpengendali mikro, dan perangkat lainnya yang dapat diprogram. Bahasa rakitan mengimplementasikan representasi atas kode mesin dalam bentuk simbol-simbol yang secara relatif lebih dapat dipahami oleh manusia.
  • Bahasa tingkat Tinggi adalah sebuah bahasapemrograman yang jika dibandingkan dengan bahasapemrograman tingkatrendah memiliki sifat lebih mudah digunakan, lebih portabel (mudah diadaptasikan) antar-platform, dan lebih abstrak.

2. Jelaskan tentang

  • Compiler adalah sebuah program komputer yang berguna untuk menerjemahkan program komputer yang ditulis dalam bahasa pemrograman tertentu menjadi program yang ditulis dalam bahasa pemrograman lain.
  • Interpreter adalah perangkat lunak yang mampu mengeksekusi code program (yang ditulis oleh programmer) lalu menterjemahkannya ke dalam bahasa mesin, sehingga mesin melakukan instruksi yang diminta oleh programmer tersebut.
  • Assembler adalah sebuah program komputer untuk menerjemahkan Bahasa Assembly. intinya, sebuah representasi menmonic dari bahasa mesin menjadi kode objek

3. Apa yang dimaksud dengan BootStrap

Bootstrap adalah sebuah framework css yang dapat digunakan untuk mempermudah membangun tampilan web.

  1. Sebutkan definisi Grammar dan Automata Hingga

Grammar G didefinisikan sebagai pasangan 4 tuple : VT, VN, S, Q dan dituliskan sebagai G(VT ,VN ,S , Q), dimana:

VT             : himpunan simbol-simbol terminal (atau himpunan token -token, atau alfabet).
VN            : himpunan simbol-simbol non terminal.
S ∈ VN    : simbol awal (atau simbol start).
Q               : himpunan produksi.

AH didefinisikan sebagai pasangan 5 tupel : (Q, V T , σ, q0, F):

  • Q     : himpunan hingga stata
    • VT  : himpunan hingga simbol input (alfabet)
    • σ     : fungsi transisi, menggambarkan transisi stata AH akibat pembacaan simbol input.

 

  1. Sebutkan 4 jenis Grammar  menurut Chomsky, masing-masing beserta  aturan produksinya.

Chomsky mengelompokkan Grammar menjadi 4 kelompok :

  1. Tipe nol : UnRestricted Grammar (Tata Bahasa Tidak Terbatasi)

Tata Bahasa UnRestricted yang tidak merupakan anggota dari klasifikasi lainnya ditandai dengan aturan produksi yang bagian sebelah kirinya lebih panjang dari bagian sebelah kanan. Aturan produksi yang mengandung simbol hampa (^) pasti merupakan Tata Bahasa UnRestricted dan tidak termasuk klasifikasi lainnya.

2. Tipe satu : Context Sensitive Grammar (Tata Bahasa Tergantung Konteks)

Tata bahasa ini terdiri dari produksi berbentuk :

a ® b  dengan  ½a½  <==  ½b½

dimana a adalah string dan ½a½ adalah panjang string a demikian juga b adalah string dan ½b½ adalah panjang string b. String adalah merupakan deretan simbol baik terminal maupun non terminal.

3. Tipe dua : Context Free Grammar ( Tata Bahasa Bebas konteks)

Tata bahasa ini terdiri dari produksi berbentuk :

a ® b  dengan  ½a½  <==  ½b½

dimana a adalah anggota Vn sedangkan b adalah string. Berarti Context Free Grammar seluruh produksi ruas kirinya hanya terdiri dari satu simbol yaitu simbol non terminal.

4. Tipe tiga : Regular Grammar

Tata bahasa ini terdiri dari produksi berbentuk :

a ® b  dengan  ½a½  <==  ½b½

dimana a adalah anggota Vn dan b mempunyai bentuk aB atau a dengan a anggota Vt dan B anggota Vn.

Pilihan Ganda

  1. Yang dimaksud dengan Diagram State, pada teknik Kompilasi adalah

a. Digunakan untuk mendapatkan token, mempermudah melakukan analisis lexical

b. Digunakan untuk mendapatkan token, mempermudah melakukan analisis syntax

c. Aturan produksi yang dikenalkan oleh comsky

d. Simbol terminal

Jawaban : A

2. Yang dimaksud dengan TOKEN, pada teknik Kompilasi adalah

a. Digunakan untuk mendapatkan token, mempermudah melakukan analisis lexical

b. Digunakan untuk mendapatkan token, mempermudah melakukan            analisis syntax

c. Alat bantu (tools) dalam pembuatan parser/ analisis sintaksis

d. Simbol terminal

Jawaban : D

3. Yang dimaksud dengan Diagram Syntax, pada teknik Kompilasi adalah

a. Digunakan untuk mendapatkan token, mempermudah melakukan analisis lexical

b. Digunakan untuk mendapatkan token, mempermudah melakukan analisis syntax

c. Alat bantu (tools) dalam pembuatan parser/ analisis sintaksis

d. Simbol terminal

Jawaban : C

4. Translator yang Source codenya adalah bahasa assembly dan Object codenya  adalah bahasa mesin, disebut dengan

a. Assembler

b. Compiler

c. Interpreter

d. Supplier

Jawaban : C

5. Translator yang Source codenya adalah bahasa tingkat tinggi, object codeadalah bahasa mesin atau bahasa assembly,  di mana source code dan data diproses berbeda, disebut dengan :

a. Assembler

b. Compiler

c. Interpreter

d. Supplier

Jawaban : B

6. Memgelompokkan program asal/sumber menjadi token disebut dengan

a. Scanner

b. Parser

c. Lexicer

d. Interpreter

Jawaban : C

7. Yang bertugas untuk memeriksa kebenaran dan urutan dari token-token yang terbentuk oleh scanner, disebut dengan:

a. Scanner

b. Parser

c. Lexicer

d. Interpreter

Jawaban : B

8. Tugas dari anlysis lexixal adalah

a.Mentransformasikan ke dalam bentuk token-token

b. Proses pendeteksian token-token

c. Untuk mengenali makna dari simbol-simbol

d. Memeriksa variabel sudah dideklarasikan atau belum

Jawaban : A

9. Tugas dari Semantics analyser adalah

a. Mentransformasikan ke dalam bentuk token-token

b.Proses pendeteksian token-token

c. Untuk mengenali makna dari simbol-simbol

d. Memeriksa variabel sudah dideklarasikan atau belum

Jawaban : C

10 Tugas dari Syntax analyser adalah

a. Mentransformasikan ke dalam bentuk token-token

b. Proses pengelompokan token-token kedalam class syntax

c. Untuk mengenali makna dari simbol-simbol

d. Memeriksa variabel sudah dideklarasikan atau belum

Jawaban : B

11. Tugas dari Intermidiate code, adalah

a. Mentransformasikan ke dalam bentuk token-token

b. Proses pengelompokan token-token kedalam class syntax

c. Memperkecil usaha dalam membuat compilator dari sejumlah bahasa ke sejumlah mesin

d. Memeriksa variabel sudah dideklarasikan atau belum

Jawaban : C

12. Fungsi dari Tabel simbol, adalah :

a. Mentransformasikan ke dalam bentuk token-token

b. Proses pengelompokan token-token kedalam class syntax

c. Memperkecil usaha dalam membuat compilator dari sejumlah bahasa ke sejumlah mesin

d. Menindak lanjuti untuk perbaikan

Jawaban : D

 

 

Makalah tentang SDM dan Organisasi

PENGANTAR BISNIS INFORMATIKA

Dosen : Siti Saidah, Skom., MMSI.

logo ug

 

Disusun Oleh :

Nama : Anggy Agustian Praharsiwi

NPM   : 50415806

Kelas : 4IA12

Fakultas Teknologi Industri / Teknik Informatika

Universitas Gunadarma

2018

 

Bab I

Pendahuluan

1.1 Latar belakang

SDM dalam organisasi sangatlah penting. Dimana SDM sangat dibutuhkan dalam suatu organisasi untuk sebuah kemajuan organisasi tersebut. Sumber daya manusia dalam suatu organisasi merupakan penentu yang sangat penting bagi keefektifan berjalannya kegiatan di dalam organisasi. Keberhasilan dan kinerja seseorang dalam suatu bidang pekerjaan banyak ditentukan oleh tingkat kompetensi, profesionalisme dan juga komitmennya terhadap bidang pekerjaan yang ditekuninya. Sebuah organisasi dituntut untuk mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang ada. Kualitas sumber daya manusia banyak ditentukan oleh sejauh mana sistem yang ada di organisasi atau perusahaan mampu menunjang dan memuaskan keinginan baik dari pegawai maupun dari organisasi atau perusahaan. Oleh karena itu,organisasi dan perusahaan dituntut memiliki komitmen saling mendukung tercapainya baik tujuan organisasi maupun tujuan pribadi.

1.2 Rumusan Masalah

  1. Apa yang dimaksud dengan SDM dan Organisasi?
  2. Bagaimana struktur organisasinya?
  3. Bagaimana deskripsi dan spesifikasi tugasnya?
  4. Bagaimana sistem penggajiannya?

1.3. Tujuan

  1. mengetahui struktur organisasi pada perusahaan
  2. mengetahui deskripsi dan spesifikasi tugas pada perusahaan
  3. mengetahui sistem penggajian dalam perusahaan

 

Bab II

Pembahasan

2.1 Pengertian SDM dan Organisasi

Sumber daya manusia atau yang dikenal dan disingkat dengan SDM adalah potensi yang merupakan asset dan berfungsi sebagai modal (non material / non finansial) di dalam organisasi bisnis yang dapat di wujudkan menjadi potensi nyata (real) secara fisik maupun non fisik dalam mewujudkan eksistensi organisasi.

Organisasi ataupun perusahaan pastinya memerlukan manajer yang mampu bekerja dalam menghadapi kompetisi secara fleksibel. Masih banyak top manajer dan para manajer pembantunya yang belum memahami akan fungsi, tujuan dan kontribusi manajemen sumber daya manusia (MSDM) dalam mengembangkan organisasi ataupun perusahaan agar menjadi kompetitif dalam mewujudkan eksistensinya.

2.2 Struktur Organisasi

Struktur organisasi perusahaan adalah sebuah garis hierarki (bertingkat) yang mendeskripsikan  kompenen-komponen yang menyusun perusahaan dimana setiap individu (sumber daya menusia) yang berada pada lingkup perusahaan tersebut memiliki posisi dan fungsi masing-masing. Secara garis besarnya, ada lima jenis struktur organisasi perusahaan, yaitu:

2.2.1 Struktur organisasi fungsional

Struktur organisasi fungsional  yaitu susunan organisasi yang didasarkan pada fungsi masing-masing. Minimal terdiri dari lima bagian utama (divisi) yaitu divisi produksi (pembuat produk), divisi pemasaran (promosi dan penjualan), divisi personalia (ketenagakerjaan), divisi pembelajaan, dan divisi umum.

2.2.2 Struktur organisasi usaha

Struktur organisasi usaha  adalah susunan organisasi yang terdapat pada sebuah perusahaan besar yang didasari oleh adanya pengembangan produk dan riset-riset usaha sehingga kompenennya menjadi lebih luas.

2.2.3 Struktur organisasi proyek

Struktur organisasi proyek  adalah sebuah susunan organisasi yang dibentuk untuk mengerjakan suatu projek kerja pada perusahaan. Struktur organisasi hanya bersifat sementara karena akan dieleminasi ketika project telah selesai.

2.2.4 Struktur organisasi matriks

Struktur organisasi matriks dibentuk untuk mengerjakan beragam project yang dikembangkan oleh perusahaan. Struktur ini dikepalai oleh vice president, dan dibawahnya ada manajer-manajer proyek yang bertugas menyelesaikan project yang diemban masing-masing.

2.2.5 Struktur organisasi tim kerja

Struktur organisasi tim kerja  adalah struktur organisasi temporal (sewaktu-waktu) dalam sebuah perusahaan yang biasanya dibentuk untuk kondisi-kondisi tak terduga atau adanya proyek dadakan. Sususnan atau struktur ini dibentuk dari personil-personil (SDM) yang handal yang bisa menyelesaikan permasalahan dengan cepat.

2.3 Deskripsi dan Spesifikasi Tugas

2.3.1 Deskripsi Jabatan

Deskripsi Jabatan atau Job Description adalah uraian yang mencakup pekerjaan dasar suatu jabatan yang termasuk tugas, wewenang, tanggung jawab dan informasi-informasi penting lainnya yang melekat pada jabatan tersebut. Contoh Informasi-informasi dalam deskripsi jabatan tersebut diantaranya seperti nama Jabatan, lingkungan dan lokasi pekerjaan, informasi pelaporan, ringkasan pekerjaan, sifat pekerjaan, tujuan pekerjaan, tugas-tugas yang harus dilakukan, kondisi kerja, mesin dan peralatan yang akan digunakan serta bahaya dan risiko yang terlibat didalamnya.

Tujuan Specifikasi Jabatan (Job Specification)

  • Tujuan utama Deskripsi Jabatan adalah mengumpulkan data pekerjaan yang berkaitan dengan jabatan yang bersangkutan dan untuk pengiklanan pengrekrutan karyawan yang berbakat.
  • Memberikan pandangan yang jelas mengenai jenis kandidat yang dibutuhkan oleh departemen atau divisi tertentu untuk melakukan tugas dan pekerjaan tertentu.
  • Untuk menentukan apa yang harus disampaikan kepada kandidat tentang pekerjaan apa yang akan diisinya dan juga apa yang harus dilakukan apabila terpilih menjadi karyawan.

2.3.2 Spesifikasi Jabatan

Spesifikasi Jabatan (Job Specification) atau juga dikenal dengan spesifikasi karyawan adalah pernyatan tertulis tentang kualifikasi pendidikan, tingkat pengalaman, kualitas khusus, keterampilan fisik, emosional, teknis dan kemampuan komunikasi yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan dan tanggung jawab yang terlibat dalam pekerjaan. Spesifikasi Jabatan ini juga mencakup kesehatan umum, kesehatan mental, kecerdasan, bakat, daya ingat,  keterampilan kepemimpinan, kemampuan beradaptasi, kemampuan emosional, flesibilitas, perilaku, kreativitas, etika dan lain sebagainya.

Tujuan Spesifikasi Jabatan (Job Specification)

  • Berdasarkan informasi deskripsi jabatan, spesifikasi jabatan membantu kandidat (pelamar) menganalisis apakah dirinya memenuhi syarat untuk mengisi lowongan pekerjaan tertentu atau tidak.
  • Spesfikasi Jabatan dapat membantu tim rekrut untuk memahami apakah kandidat yang melamar telah memenuhi tingkat kualifikasi, kualitas, karakteristik syarat-syarat lainnya untuk mengisi jabatan yang dibutuhkan oleh perusahaan.
  • Spesifikasi Jabatan memberikan informasi rinci tentang tanggung jawab, keterampilan teknis dan fisik yang diinginkan, kemampuan berkomunikasi dan syarat-syarat lainnya yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan tertentu.
  • Spesifikasi Jabatan membantu memilih kandidat yang paling tepat untuk mengisi jabatan kosong yang dibutuhkan oleh perusahaan.

2.4 Sistem Penggajian

Setiap sistem pasti terdiri dari struktur dan proses. Struktur sistem merupakan unsur-unsur yang membentuk sistem tersebut dalam mencapai tujuan sistem. Sistem pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan yang lainnya, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu (Mulyadi, 2001:2). Sistem penggajian yang merupakan sistem pembayaran atas jasa yang diserahkan oleh karyawan yang bekerja sebagai manajer, atau kepada karyawan yang gajinya dibayarkan bulanan, tidak tergantung dari jumlah jam atau hari kerja atau jumlah produk yang dihasilkan. Sistem digunakan untuk memberikan informasi yang bermanfaat bagi yang memerlukan.Dengan adanya sistem maka penyelenggaraan operasional perusahaan terjalin dengan rapi danterkoordinasi sehingga dapat mencapai hasil yang diharapkan.

Bab III

Penutup

3.1 Komentar

Komentar dari tulisan ini adalah sumber daya manusia memiliki peran dan tugasnya masing-masing,dimana semuanya telah tersusun dan direncanakan demi kelangsungan siklus baik perusahaan. Pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia, mempunyai posisi yang sangat dibutuhkan dalam upaya menjembatani perkembangan dunia yang semakin transparan dan global. Untuk itu perlu ada strategi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusianya, yang mengarah pada pembangunan sumber daya manusia yang seutuhnya baik pembangunan dalam bidang jasmani maupun rohani.
Hal itu dilakukan melalui proses pendidikan,pelatihan dan pembinaan serta menciptakan kondisi yang dibangun oleh setiap manajer dalam suatu organisasi baik bisnis maupun organisasi publik secara terstruktur dan profesional.
4. Pendekatan mutu modal manusia (human capital quality ) menekankan fungsi manusia (karyawan) sebagai faktor produksi yang amat penting selain modal finansial, teknologi , material. Lemahnya kemampuan mutu SDM akan membawa implikasi pada proses produksi , daya kreasi dan keberlangsungan suatu organisasi dalam menghadapi era kompeteisi dan tantangan masa global.

Daftar Pustaka

https://fikranatik.wordpress.com/2013/11/19/makalah-sdm-dan-organisasi-ditujukan-untuk-memenuhi-tugas-mata-kuliah-pengantar-bisnis-informatika/

http://www.materibelajar.id/2016/05/pengertian-sumber-daya-manusia-pada.html#

https://www.diedit.com/struktur-organisasi-perusahaan/

https://ilmumanajemenindustri.com/deskripsi-jabatan-spesifikasi-jabatan/

https://www.scribd.com/doc/46242307/sistem-penggajian